Last Updated on January 14, 2026 by admin
Sapikotak.id – Makna lagu TOO MUCH dari The Kid Laroi. Lagu ini mengeksplorasi dinamika hubungan yang intens dan rumit. Pertanyaan “Was it too much?” menjadi cerminan keraguan dalam cinta yang penuh gejolak.
Pendahuluan
The Kid Laroi kembali menghadirkan kejujuran emosional dalam lagu TOO MUCH. Penyanyi asal Australia ini dikenal dengan kemampuannya menuangkan perasaan ke dalam lirik. Lagu ini membahas tentang hubungan yang penuh ketidakpastian dan intensitas berlebihan. Namun, di balik semua itu ada keinginan untuk memahami dan dipahami.
Dirilis sebagai bagian dari perjalanan musiknya, TOO MUCH menampilkan sisi vulnerable Laroi. Oleh karena itu, pendengar dapat merasakan kegalauan yang autentik. Produksi modern dengan beat yang catchy membuat lagu ini mudah diingat. Selain itu, liriknya sangat relatable bagi siapa saja yang pernah meragukan diri dalam hubungan.

Terjemahan Lirik Lagu TOO MUCH – The Kid Laroi
Berikut adalah lirik lagu TOO MUCH beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia:
[Chorus]
Uh, if we had the chance and the time to spend
Jika kita punya kesempatan dan waktu untuk dihabiskan
Would you do it again? Would you do it again?
Akankah kau melakukannya lagi? Akankah kau melakukannya lagi?
Was it too much? Uh, yeah (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Was it too much? Ayy, uh (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Now you’re callin’ your friends ’cause I’m gone again
Sekarang kau menelepon teman-temanmu karena aku pergi lagi
When I’m back around, would you do it again?
Ketika aku kembali, akankah kau melakukannya lagi?
Was it too much? Uh, ayy (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Was it too much? Uh, ayy (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
[Verse 1]
So tell me what got in the way
Jadi katakan padaku apa yang menghalangi
And how I thought it was good that it changed
Dan bagaimana aku pikir itu bagus bahwa itu berubah
And I’m sayin’ I’m sorry again
Dan aku mengatakan maaf lagi
Oh, I could never get out of my way
Oh, aku tidak pernah bisa keluar dari caraku
Hit the store and your wardrobe’s replaced
Pergi ke toko dan lemari pakaianmu diganti
And still all that you do is complain
Dan tetap saja yang kau lakukan hanyalah mengeluh
You keep on throwin’ it back in my face
Kau terus melemparkannya kembali ke wajahku
And now you’re tellin’ me I need some space
Dan sekarang kau memberitahuku bahwa aku butuh ruang
[Verse 2]
So I’m layin’ in my bed tripped off the shrooms now
Jadi aku berbaring di tempat tidurku dibawah pengaruh jamur sekarang
I’ll be dead before I’m without you now
Aku akan mati sebelum aku tanpamu sekarang
Realizin’ I’m addicted to you now
Menyadari aku kecanduan padamu sekarang
Come right here, baby, relax and cool down (let’s go)
Kemarilah sayang, santai dan tenang (ayo)
What you sayin’? Hit me back, what’s the move now? (ooh)
Apa katamu? Balas aku, apa langkah selanjutnya? (ooh)
In my brain, no one else, it’s just you now (yeah)
Di otakku, tidak ada orang lain, hanya kau sekarang (yeah)
Let me love you the way that I do now
Biarkan aku mencintaimu seperti yang aku lakukan sekarang
I never knew how
Aku tidak pernah tahu caranya
[Chorus]
If we had the chance and the time to spend
Jika kita punya kesempatan dan waktu untuk dihabiskan
Would you do it again? Would you do it again?
Akankah kau melakukannya lagi? Akankah kau melakukannya lagi?
Was it too much? Uh, yeah (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Was it too much? Ayy, uh (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Now you’re callin’ your friends ’cause I’m gone again
Sekarang kau menelepon teman-temanmu karena aku pergi lagi
When I’m back around, would you do it again?
Ketika aku kembali, akankah kau melakukannya lagi?
Was it too much? Uh, ayy (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Was it too much? Uh, ayy (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Was it too much?
Apakah itu terlalu berlebihan?
[Verse 3]
Am I doin’ too much?
Apakah aku melakukan terlalu banyak?
Do you understand my slang and get my sense of humor?
Apakah kau mengerti bahasa gaul ku dan memahami selera humorku?
When your girlfriends tell you I been f- ’round
Ketika teman-teman perempuanmu mengatakan aku berselingkuh
Would you believe me if I told you that they’re lyin’ and that’s just a rumor?
Akankah kau percaya jika aku bilang mereka berbohong dan itu hanya rumor?
Send you my personal driver, man, this ain’t just an Uber
Mengirimkan sopir pribadiku, ini bukan hanya Uber
You know it’s serious when you stay at mine and bring your toothbrush
Kau tahu ini serius ketika kau menginap di tempatku dan membawa sikat gigimu
Extra panties in your bag and some makeup removers
Celana dalam cadangan di tasmu dan beberapa pembersih makeup
You know I’m hardly on my own ’cause I stay with a shooter
Kau tahu aku jarang sendirian karena aku tinggal dengan pengawal
[Verse 4]
She call me daddy, she got issues, I am not her father
Dia memanggilku daddy, dia punya masalah, aku bukan ayahnya
Hop off the boat, into the jet, leave the yacht at the harbor
Turun dari kapal, naik jet, tinggalkan yacht di pelabuhan
She injectin’ with Ozempic, tryna stop her hunger
Dia menyuntik Ozempic, mencoba menghentikan rasa laparnya
Huh, I wanked before you came so I can fuck you longer
Huh, aku melakukannya sebelum kau datang jadi aku bisa bertahan lebih lama
S650, chauffeur driven, just tap your address in
S650, dikemudikan sopir, tinggal ketuk alamatmu
Pack your bags and we can board the next flight, we can check in
Kemas tasmu dan kita bisa naik penerbangan berikutnya, kita bisa check in
Make sure you check that you ain’t forgot your anti-depressants
Pastikan kau memeriksa bahwa kau tidak lupa obat antidepresanmu
Before I fly you out again and you make me regret it (ooh)
Sebelum aku menerbangkanmu lagi dan kau membuatku menyesalinya (ooh)
[Verse 5]
Uh, it’s that time, pour it up, let’s take one into the head
Uh, ini waktunya, tuangkan, mari kita minum satu
Top down, almost crashed ’cause I’m lookin’ at your text
Atap terbuka, hampir tabrakan karena aku melihat pesanmu
Back and forth, and you mad about- I never said
Bolak-balik, dan kau marah tentang- aku tidak pernah bilang
Double text, no reply, but I’m knowin’ that you read it
Pesan dua kali, tidak ada balasan, tapi aku tahu kau membacanya
What you sayin’? Hit me back with the move now (ooh)
Apa katamu? Balas aku dengan langkah selanjutnya (ooh)
In my brain, no one else, it’s just you now (yeah)
Di otakku, tidak ada orang lain, hanya kau sekarang (yeah)
Let me love you the way that I do now
Biarkan aku mencintaimu seperti yang aku lakukan sekarang
I never knew how
Aku tidak pernah tahu caranya
[Chorus – Outro]
If you had the chance and the time to spend
Jika kau punya kesempatan dan waktu untuk dihabiskan
Would you do it again? Would you do it again?
Akankah kau melakukannya lagi? Akankah kau melakukannya lagi?
Was it too much? Uh, yeah (too much, ooh)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan, ooh)
Was it too much? Ayy, uh (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Now you’re callin’ your friends ’cause I’m gone again
Sekarang kau menelepon teman-temanmu karena aku pergi lagi
When I’m back around, would you do it again?
Ketika aku kembali, akankah kau melakukannya lagi?
Was it too much? Uh, ayy (too much)
Apakah itu terlalu berlebihan? (terlalu berlebihan)
Was it too much? Uh, ayy (tell me, was it too much?)
Apakah itu terlalu berlebihan? (katakan, apakah itu terlalu berlebihan?)
Was it too much?
Apakah itu terlalu berlebihan?
[Outro]
Was it too much? (Ooh)
Apakah itu terlalu berlebihan? (Ooh)
Was it too much? (Ooh)
Apakah itu terlalu berlebihan? (Ooh)
Was it too much?
Apakah itu terlalu berlebihan?
Makna Lagu TOO MUCH – Kegalauan Cinta yang Berlebihan
Makna lagu TOO MUCH berkisar pada pertanyaan mendalam tentang intensitas dalam hubungan. The Kid Laroi mempertanyakan apakah cara dia mencintai terlalu berlebihan bagi pasangannya. Oleh karena itu, lagu ini menjadi refleksi tentang insecurity dan keraguan diri. Banyak orang pernah merasakan hal serupa dalam hubungan mereka.
Tema utama yang muncul adalah ketakutan akan penolakan. Laroi terus bertanya “Was it too much?” sebagai cermin kegelisahannya. Namun, di balik pertanyaan itu ada keinginan untuk dipahami sepenuhnya. Selain itu, ada kerentanan yang ditunjukkan melalui lirik yang jujur dan terbuka.
Lagu ini juga menggambarkan dinamika toxic dalam hubungan modern. Misalnya, ada bagian tentang pergi dan kembali berulang kali. Kemudian, ada upaya untuk “membeli” kasih sayang melalui barang-barang mewah. Akibatnya, hubungan menjadi transaksional dan tidak sehat. Terutama ketika komunikasi gagal dan hanya tersisa pertanyaan tanpa jawaban.
Yang menarik adalah kejujuran Laroi tentang ketergantungan emosional. Dia mengakui kecanduan pada pasangannya dengan terbuka. Sehingga, pendengar dapat merasakan kedalaman perasaannya. Dengan demikian, lagu ini menjadi lebih dari sekadar lagu cinta biasa. Ini adalah pengakuan tentang kelemahan dan ketidaksempurnaan dalam mencintai.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Chorus lagu ini sangat powerful dengan pertanyaan berulang “Would you do it again?“. Laroi mempertanyakan apakah pasangannya mau mengulang hubungan mereka. Namun, pertanyaan itu mengandung keraguan yang dalam. Karena itu, ada nuansa penyesalan dan harapan yang bercampur. Repetisi kata “too much” menekankan obsesi pada intensitas yang berlebihan.
Di verse pertama, Laroi mengakui kesalahannya dengan mengatakan “I’m saying I’m sorry again“. Ini menunjukkan pola yang berulang dalam hubungan mereka. Selain itu, ada frustrasi karena usahanya tidak dihargai. Misalnya, dia mengganti lemari pakaian pasangannya tetapi tetap mendapat keluhan. Oleh karena itu, tercipta dinamika yang tidak seimbang dan melelahkan.
Bagian yang paling vulnerable adalah ketika Laroi menyebut “I’m addicted to you now“. Pengakuan ini sangat jujur dan mentah. Kemudian, dia mengatakan “I’ll be dead before I’m without you now“. Kata-kata ini menggambarkan ketergantungan emosional yang ekstrem. Sehingga, kita dapat melihat betapa dalamnya perasaan yang dia miliki.
Di verse selanjutnya, Laroi menunjukkan gaya hidup mewahnya. Ada jet pribadi, sopir pribadi, dan berbagai kemewahan lainnya. Namun, semua itu tidak cukup untuk menjaga hubungan tetap stabil. Sebaliknya, materi justru menjadi kompensasi dari ketidakmampuan berkomunikasi. Yang terpenting, ada kesenjangan antara apa yang dia berikan secara fisik dan apa yang dibutuhkan secara emosional.
Detail seperti “make sure you check that you ain’t forgot your anti-depressants” menunjukkan kompleksitas hubungan. Laroi peduli pada kesehatan mental pasangannya. Tetapi, ada juga kekhawatiran bahwa masalah mental bisa memperburuk situasi. Dengan demikian, hubungan mereka penuh dengan layer emosional yang rumit. Khususnya, ada ketakutan bahwa intensitasnya sendiri bisa menjadi beban bagi pasangan.
Bagian akhir tentang texting dan ghosting sangat relatable untuk generasi digital. Laroi mengirim pesan dua kali tanpa balasan. Namun, dia tahu pesannya sudah dibaca. Akibatnya, muncul frustrasi dan kebingungan. Akhirnya, komunikasi digital justru menciptakan jarak emosional yang lebih besar.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Lagu TOO MUCH terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang. Siapa yang tidak pernah merasa ragu tentang intensitas perasaannya? Laroi berhasil menangkap dilema universal dalam hubungan modern. Oleh karena itu, lagu ini mudah untuk diresonansi oleh pendengar dari berbagai latar belakang.
Yang membuat lagu ini spesial adalah kerentanannya. Di era media sosial yang penuh kepalsuan, kejujuran seperti ini terasa menyegarkan. Selain itu, produksi musiknya mendukung narasi emosional dengan sempurna. Beat yang catchy membuat lagu ini mudah didengar berulang kali. Namun, liriknya cukup dalam untuk direnungkan.
Bagi siapa saja yang pernah merasa “too much” dalam hubungan, lagu ini adalah validasi. Laroi menunjukkan bahwa perasaan tersebut normal dan manusiawi. Kemudian, dia juga mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi yang sehat. Karena itu, lagu ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi.
Lagu ini juga mengajarkan tentang keseimbangan dalam mencintai. Terlalu banyak memberi tanpa menerima akan menguras energi. Sebaliknya, ketergantungan emosional yang berlebihan juga tidak sehat. Dengan demikian, TOO MUCH menjadi pengingat untuk mencintai dengan bijaksana. Terutama untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.
Kesimpulan
Makna lagu TOO MUCH dari The Kid Laroi adalah tentang keraguan diri dalam cinta. Lagu ini mengeksplorasi intensitas berlebihan yang bisa merusak hubungan. Namun, di balik semua itu ada kejujuran yang menyentuh. Oleh karena itu, lagu ini resonan dengan banyak pendengar yang pernah mengalami hal serupa.
Lirik lagu TOO MUCH menggambarkan dinamika hubungan yang kompleks dan toxic. Ada ketergantungan emosional, komunikasi yang buruk, dan upaya kompensasi melalui materi. Selain itu, ada kerentanan yang ditunjukkan melalui pengakuan jujur Laroi. Sehingga, lagu ini menjadi lebih dari sekadar lagu pop biasa.
Arti lagu TOO MUCH mengajarkan kita tentang pentingnya keseimbangan dalam mencintai. Terlalu banyak atau terlalu sedikit sama-sama tidak baik. Yang terpenting adalah memahami diri sendiri dan berkomunikasi dengan jujur. Dengan demikian, kita bisa membangun hubungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu TOO MUCH.



