Makna Lagu Blame Me MONSTA X

By | January 19, 2026

Last Updated on January 19, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Blame Me dari MONSTA X. Lagu ini mengeksplorasi perasaan obsesif terhadap seseorang yang sulit dilupakan. Tema utamanya adalah kerinduan yang terus menghantui pikiran setiap saat.

Pendahuluan

MONSTA X menghadirkan Blame Me sebagai salah satu trek dalam album The Dreaming yang dirilis tahun 2021. Album ini menandai eksplorasi musik mereka di pasar Barat. Oleh karena itu, lagu-lagunya dibawakan dalam bahasa Inggris. Blame Me menonjol dengan nuansa R&B yang sensual dan lirik yang jujur. Grup asal Korea Selatan ini berhasil menggambarkan kerinduan dengan cara yang sangat personal. Selain itu, produksi musik yang smooth membuat pesan emosional semakin terasa.

MONSTA X Blame Me

Terjemahan Lirik Lagu Blame Me – MONSTA X

[Intro]

Monthly, weekly, nightly and daily

Bulanan, mingguan, setiap malam dan setiap hari

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

[Verse 1]

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

Six months just gone

Enam bulan telah berlalu

First words on the tip of my tongue

Kata-kata pertama di ujung lidahku

Hello, where you from?

Halo, dari mana asalmu?

It’s some joke that you do, it’s so dumb

Lelucon yang kau lakukan, sungguh konyol

Oh my god, I’ve been missing you, like

Ya Tuhan, aku sangat merindukanmu

Oh my god, I’ve been wishing that I could go back

Ya Tuhan, aku berharap bisa kembali

[Pre-Chorus]

To your body of mine

Ke tubuhmu yang menjadi milikku

To your body of mine, now

Ke tubuhmu yang menjadi milikku, sekarang

Out of my hands, out of my hands

Di luar kendaliku, di luar kendaliku

Out of my hands

Di luar kendaliku

[Chorus]

Can you blame me?

Bisakah kau menyalahkanku?

For thinking ’bout, thinking ’bout, thinking ’bout

Karena memikirkan, memikirkan, memikirkan

Thinking ’bout you naked

Memikirkan dirimu tanpa busana

Look at you, look at you, look at you

Melihatmu, melihatmu, melihatmu

Looking like a daydream

Terlihat seperti lamunan indah

On my mind, on my mind, on my mind, on my mind

Di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku

[Post-Chorus]

Monthly, weekly, nightly and daily

Bulanan, mingguan, setiap malam dan setiap hari

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

(Can you blame, can you blame me? Oh, oh, oh)

(Bisakah kau menyalahkan, bisakah kau menyalahkanku? Oh, oh, oh)

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

[Verse 2]

New place, you moved on

Tempat baru, kau sudah melanjutkan hidup

And moved in, tell me, baby, don’t call

Dan pindah, katakan padaku, sayang, jangan menelepon

I still text like none

Aku masih mengirim pesan seperti tidak terjadi apa-apa

The next phone is thinking ’bout your best time

Ponsel berikutnya memikirkan waktu terbaikmu

Fall straight down, you ain’t taking the risk

Jatuh langsung, kau tidak mengambil risiko

I know damn well that this all is a chance, we go back

Aku tahu betul ini semua adalah kesempatan, kita kembali

[Pre-Chorus]

To your body of mine

Ke tubuhmu yang menjadi milikku

To your body of mine, now it’s

Ke tubuhmu yang menjadi milikku, sekarang

Out of my hands, out of my hands

Di luar kendaliku, di luar kendaliku

Out of my hands

Di luar kendaliku

[Chorus]

Can you blame me?

Bisakah kau menyalahkanku?

For thinking ’bout, thinking ’bout, thinking ’bout

Karena memikirkan, memikirkan, memikirkan

Thinking ’bout you naked

Memikirkan dirimu tanpa busana

Look at you, look at you, look at you

Melihatmu, melihatmu, melihatmu

Looking like a daydream

Terlihat seperti lamunan indah

On my mind, on my mind, on my mind, on my mind

Di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku

[Post-Chorus]

Monthly, weekly, nightly and daily

Bulanan, mingguan, setiap malam dan setiap hari

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

(Can you blame, can you blame me? Oh, oh, oh)

(Bisakah kau menyalahkan, bisakah kau menyalahkanku? Oh, oh, oh)

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

(Can you blame, can you blame me? Oh)

(Bisakah kau menyalahkan, bisakah kau menyalahkanku? Oh)

Monthly, weekly, nightly and daily

Bulanan, mingguan, setiap malam dan setiap hari

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

[Bridge]

Blame me

Salahkan aku

For thinking ’bout, thinking ’bout, thinking ’bout

Karena memikirkan, memikirkan, memikirkan

Thinking ’bout you naked

Memikirkan dirimu tanpa busana

Look at you, look at you, look at you

Melihatmu, melihatmu, melihatmu

Looking like a daydream

Terlihat seperti lamunan indah

On my mind, on my mind, on my mind, on my mind

Di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku

Monthly, weekly, nightly and daily

Bulanan, mingguan, setiap malam dan setiap hari

If I’m falling, baby, don’t blame me

Jika aku jatuh cinta, sayang, jangan salahkan aku

Makna Lagu Blame Me – Ketika Pikiran Tak Bisa Berhenti Merindu

Makna lagu Blame Me berkisar pada perasaan obsesif yang tak terkendali terhadap seseorang. Lagu ini menggambarkan kondisi ketika pikiran terus menerus tertuju pada satu orang. Bahkan setelah berbulan-bulan berlalu, kenangan intim masih begitu hidup. Oleh karena itu, sang narator merasa tidak bisa disalahkan atas perasaannya.

Tema utama adalah tentang kerinduan yang melampaui logika. Frasa “monthly, weekly, nightly and daily” menekankan frekuensi pikiran yang terus berulang. Ini bukan sekadar rindu biasa. Namun, kerinduan yang sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Setiap detik, setiap menit, pikiran tentang orang itu hadir.

Yang menarik adalah kejujuran dalam lirik lagu Blame Me. Sang narator tidak menyembunyikan hasrat fisiknya. Ia mengakui memikirkan orang tersebut dalam konteks yang sangat intim. Misalnya, lirik “thinking ’bout you naked” menunjukkan ketertarikan yang jujur. Ini bukan cinta yang romantis belaka. Melainkan kombinasi kerinduan emosional dan fisik yang kuat.

Lagu ini juga mengeksplorasi perasaan kehilangan kontrol. Frasa “out of my hands” diulang berkali-kali. Artinya, sang narator menyadari bahwa perasaannya sudah di luar kendali. Ia tidak bisa menghentikan pikiran-pikiran itu. Akibatnya, ia meminta pengertian dengan berkata “don’t blame me”. Seolah-olah perasaan ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Konteks hubungan yang sudah berakhir juga tersirat jelas. Verse kedua menyebutkan bahwa orang yang dirindukan sudah pindah ke tempat baru. Ia sudah melanjutkan hidupnya. Namun, sang narator masih terjebak di masa lalu. Ia masih mengirim pesan seolah tidak terjadi apa-apa. Kesenjangan ini menciptakan rasa sakit yang mendalam. Khususnya ketika hanya satu pihak yang masih terikat pada kenangan.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Bagian pembuka langsung menetapkan nada lagu. “Monthly, weekly, nightly and daily” menciptakan ritme yang menghipnotis. Kata-kata ini menggambarkan siklus pikiran yang tidak pernah berhenti.

Verse pertama membawa kita ke momen pertemuan pertama. “Hello, where you from?” adalah sapaan sederhana yang ternyata berujung pada kenangan mendalam. Enam bulan telah berlalu sejak saat itu. Namun, kesan pertama masih begitu kuat. Bahkan lelucon kecil yang dilakukan orang itu masih diingat. Oleh karena itu, kita memahami betapa dalam pengaruh orang tersebut.

Pre-chorus menghadirkan metafora tubuh sebagai kepemilikan. “Your body of mine” adalah frasa yang kompleks. Ini menunjukkan kedekatan yang pernah ada. Tubuh orang lain pernah terasa seperti milik sendiri. Tetapi sekarang, semuanya “out of my hands”. Metafora tangan di sini sangat kuat. Tangan yang dulu menyentuh kini tidak bisa lagi. Semuanya sudah lepas kendali.

Chorus adalah puncak kejujuran emosional. Pertanyaan “can you blame me?” berulang kali diajukan. Ini adalah pertanyaan retoris yang mencari validasi. Sang narator memikirkan orang itu secara intim setiap saat. Ia melihat orang itu sebagai “daydream” atau lamunan indah. Kata “daydream” menunjukkan bahwa kenangan ini adalah pelarian. Tempat yang nyaman meski hanya ada di pikiran.

Verse kedua mengungkap realitas yang menyakitkan. Orang yang dirindukan sudah pindah. Ia sudah meminta untuk tidak dihubungi lagi. Namun, sang narator masih mengirim pesan. Ia masih berharap ada kesempatan untuk kembali. Frasa “I know damn well that this all is a chance” menunjukkan kesadaran. Ia tahu ini mungkin hanya ilusi. Tetapi harapan tetap ada.

Pengulangan chorus dan post-chorus memperkuat pesan. Lagu ini tidak mencoba menyelesaikan masalah. Sebaliknya, ia membenamkan pendengar dalam siklus pikiran yang sama. Dengan demikian, pendengar merasakan apa yang dialami sang narator. Pikiran yang berputar tanpa henti tentang satu orang.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Mendengarkan Blame Me terasa seperti membaca buku harian seseorang. Ada kerentanan yang sangat relatable di sini. Siapa yang tidak pernah mengalami pikiran yang terus menerus tertuju pada seseorang? Bahkan ketika kita tahu hubungan itu sudah berakhir. Lagu ini menangkap perasaan itu dengan sempurna.

Yang membuat lagu ini istimewa adalah kejujurannya. MONSTA X tidak mencoba memperindah atau meromantisasi kerinduan. Mereka menyajikannya apa adanya. Kadang kerinduan itu bersifat fisik. Kadang itu tentang kenangan kecil seperti lelucon bodoh. Semuanya bercampur menjadi satu perasaan yang kompleks.

Secara musikal, produksi R&B yang smooth sangat mendukung lirik. Beat yang repetitif mencerminkan siklus pikiran yang tidak pernah berhenti. Vokal MONSTA X disampaikan dengan penuh emosi. Terutama di bagian “out of my hands” yang terdengar begitu pasrah. Mereka berhasil menyampaikan rasa frustrasi dan kerinduan sekaligus.

Arti lagu Blame Me juga mengajarkan tentang penerimaan diri. Sang narator tidak mencoba melawan perasaannya. Ia menerimanya meski tahu ini mungkin tidak sehat. Ada kekuatan dalam mengakui kelemahan kita. Terkadang kita memang tidak bisa mengontrol siapa yang kita rindukan. Dan itu tidak apa-apa.

Bagi banyak orang, lagu ini menjadi teman di saat-saat sulit. Ketika pikiran tidak bisa berhenti tentang seseorang. Ketika kita merasa bersalah karena masih memikirkan orang yang sudah pergi. Lagu ini mengatakan bahwa kita tidak sendirian. Perasaan itu wajar. Dan kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri.

Kesimpulan

Blame Me dari MONSTA X adalah eksplorasi jujur tentang kerinduan yang tidak terkendali. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa terus hadir di pikiran kita. Bahkan setelah hubungan berakhir dan waktu berlalu. Dengan lirik yang terus terang dan produksi yang memukau, lagu ini menyentuh hati banyak pendengar.

Pesan utamanya adalah tentang penerimaan dan kejujuran emosional. Tidak semua perasaan bisa kita kontrol. Namun, mengakuinya adalah langkah pertama untuk memahami diri sendiri. Lagu ini mengingatkan bahwa kerinduan adalah bagian dari pengalaman manusia. Dan kadang, kita memang tidak bisa disalahkan untuk merasakannya.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Blame Me.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *