Makna Lagu Valley of Lies TOMORROW X TOGETHER

By | January 23, 2026

Last Updated on January 23, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Valley of Lies dari TOMORROW X TOGETHER. Lagu ini mengeksplorasi rasa sakit mendalam akibat pengkhianatan dalam hubungan. Melalui metafora lembah yang gelap, TXT menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang berjuang melepaskan kenangan pahit.

Pendahuluan

Valley of Lies merupakan kolaborasi istimewa antara TOMORROW X TOGETHER dengan rapper iann dior. Lagu ini dirilis sebagai bagian dari album mereka yang mengeksplorasi tema-tema emosional kompleks. Namun, yang membuat lagu ini berbeda adalah penggabungan vokal lembut TXT dengan rap emosional iann dior. Oleh karena itu, hasilnya adalah perpaduan unik antara pop dan hip-hop alternatif.

TXT dikenal dengan kemampuan mereka menyampaikan cerita mendalam melalui musik. Selain itu, mereka sering mengangkat tema kehilangan dan penyembuhan. Valley of Lies menjadi salah satu karya yang paling personal dari grup ini.

TOMORROW X TOGETHER Valley of Lies

Terjemahan Lirik Lagu Valley of Lies – TOMORROW X TOGETHER

[Intro]
Through the valley of lies
Melalui lembah kebohongan
Through the valley of lies
Melalui lembah kebohongan

[Verse 1]
I’m walking through the valley of lies
Aku berjalan melalui lembah kebohongan
I see a coffin, perfect fit for my size
Aku melihat peti mati, pas untuk ukuranku
They won’t open, got silky stitch in my eye
Mereka tak akan terbuka, ada jahitan sutra di mataku
I’m hurting, and I lost my heart in the sky
Aku terluka, dan aku kehilangan hatiku di langit

[Verse 2]
Taking trips down uncharted roads
Mengambil perjalanan di jalan yang belum dipetakan
Them very lonely roads
Jalan-jalan yang sangat sepi
Looking for a pot of gold
Mencari periuk emas
Your love was not enough
Cintamu tidak cukup
It don’t make no sense to me
Ini tidak masuk akal bagiku
And now you’re begging, “Please”
Dan sekarang kau memohon, “Tolong”
Remember you was hurting me
Ingat kau dulu menyakitiku
Well, keep that energy
Baiklah, pertahankan energi itu

[Pre-Chorus]
I’ve been waiting
Aku telah menunggu
Knowing you won’t show up
Tahu kau takkan muncul
Don’t make no sense
Tidak masuk akal
I’m not (I’m not giving in)
Aku tidak (aku tidak menyerah)

[Chorus]
I’m walking through the valley of lies
Aku berjalan melalui lembah kebohongan
I see a coffin, perfect fit for my size
Aku melihat peti mati, pas untuk ukuranku
They won’t open, got silky stitch in my eye
Mereka tak akan terbuka, ada jahitan sutra di mataku
I’m hurting, and I lost my heart in the sky
Aku terluka, dan aku kehilangan hatiku di langit

[Post-Chorus]
On, and on, and on (and on)
Terus, dan terus, dan terus (dan terus)
Keep fighting, Armageddon
Terus berjuang, Armageddon
Now things are getting rough
Sekarang segalanya menjadi sulit
I never thought you’d be a lesson
Aku tak pernah mengira kau akan menjadi pelajaran
Go, you go, you go
Pergi, kau pergi, kau pergi
How come I never see ya?
Kenapa aku tak pernah melihatmu?
I’m really getting close to giving up
Aku benar-benar hampir menyerah
I hate the feeling
Aku benci perasaan ini

[Bridge]
Yeah, through the valley of your lies
Ya, melalui lembah kebohonganmu
The water keeps flowing down
Air terus mengalir ke bawah
You won’t believe it’s all from my eyes
Kau takkan percaya semuanya dari mataku
Thought you were the one (one)
Kukira kau orangnya (orangnya)
You tarnished our love (love)
Kau merusak cinta kita (cinta)
Yeah, with your liar’s tongue (tongue)
Ya, dengan lidah pembohongmu (lidah)

[Bridge 2]
After all
Bagaimanapun juga
You knew that we would end up this way
Kau tahu bahwa kita akan berakhir seperti ini
I never knew my love would turn gray
Aku tak pernah tahu cintaku akan berubah abu-abu
All our memories in my head
Semua kenangan kita di kepalaku
It’s time to bury ’em away
Saatnya menguburnya
Away deep inside the valley
Jauh di dalam lembah
It’s gonna be okay, hey
Semuanya akan baik-baik saja, hei

[Outro]
Ah, na-na, na-na, ah, na-na, na-na
Ah, na-na, na-na, ah, na-na, na-na
Ah, na-na, na-na, ah, na-na, na-na
Ah, na-na, na-na, ah, na-na, na-na

Makna Lagu Valley of Lies: Metafora Lembah Sebagai Simbol Kesedihan

Valley of Lies menggunakan metafora kuat untuk menggambarkan kesakitan hati. Lembah dalam lagu ini melambangkan tempat gelap di mana seseorang terjebak setelah dikhianati. Namun, ada keindahan tersembunyi dalam kesedihan tersebut. Oleh karena itu, pendengar bisa merasakan dualitas emosi yang kompleks.

Peti mati yang disebutkan bukanlah simbol kematian fisik. Sebaliknya, ini mewakili kematian emosional atau akhir dari hubungan. Ketika lirik menyebut “perfect fit for my size”, ini menunjukkan bagaimana rasa sakit terasa sangat personal. Selain itu, jahitan sutra di mata melambangkan ketidakmampuan untuk melihat kebenaran.

Air mata yang mengalir seperti sungai menciptakan gambaran visual yang kuat. Khususnya, baris “the water keeps flowing down” menunjukkan kesedihan yang tak kunjung berhenti. Bahkan, air mata ini menjadi bagian dari lanskap lembah itu sendiri. Dengan demikian, kesedihan menjadi bagian dari identitas sang narator.

Yang menarik adalah konsep “uncharted roads” atau jalan yang belum dipetakan. Ini menggambarkan perjalanan penyembuhan yang tidak pasti. Misalnya, seseorang yang baru saja putus cinta tidak tahu kapan akan pulih. Kemudian, mereka harus menavigasi emosi tanpa peta atau panduan.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Bagian pembuka langsung menetapkan suasana gelap dengan pengulangan “through the valley of lies”. Pengulangan ini menciptakan efek hipnotis yang menarik pendengar masuk. Akibatnya, kita langsung merasakan keputusasaan yang dialami narator. Teknik repetisi ini sangat efektif dalam musik pop modern.

Verse pertama memperkenalkan citra peti mati yang menggugah. Frasa “perfect fit for my size” menunjukkan bagaimana kesedihan terasa sangat cocok dengan dirinya. Seolah-olah ia sudah menyerah pada kegelapan. Namun, ada ironi dalam kata “silky stitch” yang terdengar lembut namun menyakitkan. Terlebih lagi, ini menunjukkan pengkhianatan datang dengan cara yang halus.

“Lost my heart in the sky” adalah metafora indah untuk kehilangan cinta. Langit melambangkan tempat yang jauh dan tidak terjangkau. Oleh karena itu, hati yang hilang di sana tidak bisa kembali dengan mudah. Sementara itu, narator harus terus berjalan di lembah kebohongan di bawah.

Bagian “your love was not enough” sangat blak-blakan dan jujur. Ini menunjukkan realisasi pahit bahwa cinta saja tidak cukup menyelamatkan hubungan. Selanjutnya, ketika mantan kekasih memohon “please”, narator menolak dengan tegas. Justru, ia meminta mantan itu “keep that energy” atau mempertahankan sikap menyakiti yang dulu.

Pre-chorus menangkap perasaan menunggu sia-sia dengan sempurna. Frasa “knowing you won’t show up” menunjukkan kesadaran akan kenyataan. Meskipun demikian, ada harapan kecil yang masih tersisa. Akhirnya, pernyataan “I’m not giving in” menjadi momen pemberdayaan dalam lagu.

Post-chorus menghadirkan referensi Armageddon yang dramatis. Ini membandingkan pertarungan emosional dengan pertempuran akhir zaman. Khususnya, baris “I never thought you’d be a lesson” mengandung kebijaksanaan retrospektif. Setiap pengalaman buruk, ternyata, mengajarkan sesuatu yang berharga tentang hidup.

Bridge membawa dimensi baru dengan menyebut “liar’s tongue”. Lidah pembohong ini merusak sesuatu yang seharusnya suci yaitu cinta. Kemudian, keputusan untuk “bury ’em away” menunjukkan langkah aktif menuju penyembuhan. Terutama, penguburan kenangan di dalam lembah yang sama melambangkan closure.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Valley of Lies terasa sangat relatable bagi siapa saja yang pernah dikhianati. Ada kesakitan universal dalam liriknya yang melampaui bahasa dan budaya. Misalnya, perasaan melihat “peti mati” untuk diri sendiri begitu visceral. Kita semua pernah merasa bahwa kesedihan akan mengubur kita.

Yang membuat lagu ini spesial adalah keseimbangannya antara keputusasaan dan harapan. Di satu sisi, narator terluka dalam. Namun, di sisi lain, ada kekuatan dalam keputusannya untuk tidak menyerah. Oleh karena itu, lagu ini menjadi anthem bagi mereka yang berjuang melawan rasa sakit.

Produksi musiknya mendukung narasi emosional dengan sempurna. Beat yang melankolis menciptakan atmosfer lembah yang gelap. Sementara itu, vokal TXT yang ethereal menambah dimensi kerentanan. Bahkan, kolaborasi dengan iann dior membawa perspektif yang lebih raw dan jujur.

Lagu ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk merasakan kesedihan sepenuhnya. Justru, dengan mengakui rasa sakit, kita bisa mulai sembuh. Seperti yang dikatakan liriknya, “it’s gonna be okay”. Kesimpulannya, ada cahaya di ujung lembah yang gelap.

Kesimpulan

Valley of Lies adalah karya seni yang menggugah tentang pengkhianatan dan penyembuhan. TXT berhasil menangkap kompleksitas emosi pasca hubungan dengan sangat baik. Melalui metafora lembah, peti mati, dan air mata, mereka menciptakan lanskap emosional yang kuat. Selain itu, pesan tentang ketahanan dan pemberdayaan memberikan harapan di tengah kesedihan.

Lagu ini mengingatkan kita bahwa setiap pengalaman pahit membawa pelajaran berharga. Meskipun perjalanan melalui lembah kebohongan terasa berat, ada jalan keluar. Akhirnya, dengan menguburkan kenangan buruk dan melangkah maju, kita bisa menemukan kedamaian. Arti lagu Valley of Lies adalah tentang transformasi dari korban menjadi survivor.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Valley of Lies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *