Last Updated on January 19, 2026 by admin
Sapikotak.id – Makna lagu One Of The Girls (with JENNIE, Lily Rose Depp) dari The Weeknd. Lagu ini mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan gelap. Liriknya menggambarkan seseorang yang rela mengorbankan identitas dirinya demi menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Tema tentang cinta yang menyakitkan namun adiktif menjadi inti dari karya ini.
Pendahuluan
The Weeknd kembali menghadirkan karya yang provokatif melalui lagu ini. Kolaborasi dengan JENNIE dari BLACKPINK dan Lily-Rose Depp menciptakan atmosfer yang unik. Lagu ini menjadi bagian dari soundtrack serial HBO “The Idol” yang ditayangkan pada 2023. Oleh karena itu, nuansa gelap dan sensual sangat terasa kental dalam setiap baitnya.
Musikalitas lagu ini menggabungkan elemen synth-pop dengan nuansa R&B yang khas The Weeknd. Selain itu, vokal JENNIE memberikan dimensi baru yang menarik. Ketiga artis ini berhasil menciptakan chemistry yang mencerminkan tema hubungan toxic yang digambarkan dalam lirik. Terlebih lagi, produksi musiknya mendukung narasi yang ingin disampaikan.

Terjemahan Lirik Lagu One Of The Girls (with JENNIE, Lily Rose Depp) – The Weeknd
[Verse 1]
Lock me up and throw away the key
Kunci aku dan buang kuncinya
He knows how to get the best out of me
Dia tahu cara mengeluarkan yang terbaik dariku
I’m no force for the world to see
Aku bukan kekuatan yang bisa dilihat dunia
Trade my whole life just to be
Menukar seluruh hidupku hanya untuk menjadi
[Pre-Chorus]
Tell nobody I control you
Jangan bilang siapa-siapa bahwa aku mengendalikanmu
I broke you just to own you
Aku menghancurkanmu hanya untuk memilikimu
They can’t tell that I love you
Mereka tidak bisa tahu bahwa aku mencintaimu
‘Cause you’re loyal, baby
Karena kau setia, sayang
[Pre-Chorus]
I love when you’re submissive
Aku suka saat kau patuh
Love it when I break skin
Suka saat aku melukai kulitmu
You feel pain without flinchin’
Kau merasakan sakit tanpa bergeming
So say it
Jadi katakanlah
[Chorus]
Give me tough love
Berikan aku cinta yang keras
Leave me with nothin’ when I come down
Tinggalkan aku tanpa apa-apa saat aku turun
My kinda love
Jenis cintaku
Push me and choke me ’til I pass out
Dorong dan cekik aku sampai aku pingsan
[Post-Chorus]
We don’t gotta be in love, no
Kita tidak harus saling mencintai, tidak
I don’t gotta be the one, no
Aku tidak harus menjadi yang utama, tidak
I just wanna be one of your girls
Aku hanya ingin menjadi salah satu gadismu
Tonight (tonight)
Malam ini (malam ini)
[Verse 2]
Push me down, hold me down
Dorong aku ke bawah, tahan aku
Spit in my mouth while you turn me on
Ludahi mulutku saat kau membangkitkan nafsuku
I wanna take your light inside
Aku ingin mengambil cahayamu ke dalam
Dim me down, snuff me out
Redupkan aku, padamkan aku
Hands on my neck while you push it out
Tangan di leherku saat kau mendorongnya keluar
And I’m screamin’ out
Dan aku berteriak
[Bridge]
Top of the world but I’m still not free
Di puncak dunia tapi aku masih tidak bebas
It’s such a secret that I keep
Ini rahasia yang aku simpan
Until it’s gone, I can never find peace
Sampai ini hilang, aku tidak akan pernah menemukan kedamaian
Brace my whole life just to be
Menahan seluruh hidupku hanya untuk menjadi
Makna Lagu One Of The Girls – Tentang Kehilangan Identitas Diri dalam Cinta yang Toxic
Makna lagu ini sangat dalam dan menyentuh sisi gelap dari hubungan manusia. Lagu ini berbicara tentang seseorang yang rela kehilangan dirinya sendiri. Karena itu, ia bersedia menjadi siapa saja asalkan bisa tetap berada di sisi pasangannya. Tema utamanya adalah tentang cinta yang merusak namun membuat ketagihan.
Lirik “I just wanna be one of your girls” menggambarkan kerelaan untuk tidak menjadi prioritas. Seseorang bahkan siap berbagi kasih sayang dengan orang lain. Namun, di balik kerelaan ini terdapat rasa sakit yang mendalam. Selain itu, ada pertanyaan tentang harga diri dan nilai diri sendiri.
Lagu ini juga membahas dinamika kekuasaan dalam hubungan. Satu pihak memiliki kontrol penuh atas yang lain. Sementara itu, pihak yang terdominasi justru menemukan kepuasan dalam penyerahan diri tersebut. Terlebih lagi, ada elemen masokisme emosional yang sangat jelas terlihat.
Secara lebih luas, arti lagu ini mengkritik budaya modern tentang hubungan kasual. Banyak orang rela mengorbankan kebutuhan emosional mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka terjebak dalam siklus hubungan yang tidak sehat. Khususnya dalam era media sosial, konsep menjadi “salah satu” bukan “satu-satunya” semakin relevan.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Bait pembuka langsung menghadirkan gambaran tentang pemenjaraan sukarela. “Lock me up and throw away the key” menunjukkan seseorang yang menyerahkan kebebasannya. Dia percaya bahwa orang lain tahu cara terbaik untuk mengendalikan hidupnya. Akibatnya, identitas pribadi menjadi tidak penting lagi.
Bagian pre-chorus mengungkap sifat rahasia dari hubungan ini. Ada permainan kontrol dan manipulasi yang tersembunyi dari pandangan publik. Namun, yang menarik adalah bagaimana hal ini dibingkai sebagai bentuk cinta. Kata “loyal” di sini memiliki makna yang twisted dan menyimpang.
Chorus menggunakan frasa “tough love” yang biasanya bermakna positif. Tetapi di sini, maknanya berubah menjadi sesuatu yang destruktif. “Push me and choke me ’til I pass out” bukan metafora, melainkan deskripsi literal. Sehingga, lagu ini tidak takut untuk menampilkan realitas gelap dari hubungan toxic.
Post-chorus adalah bagian paling menyakitkan dari lirik lagu ini. Penerimaan bahwa “we don’t gotta be in love” menunjukkan penolakan terhadap validasi emosional. Seseorang rela menerima posisi yang rendah dalam hidup orang lain. Misalnya, menjadi opsi nomor sekian daripada tidak ada sama sekali.
Verse kedua semakin eksplisit dalam menggambarkan dinamika fisik dan emosional. Metafora tentang cahaya dan kegelapan sangat kuat di bagian ini. “I wanna take your light inside, dim me down, snuff me out” menunjukkan paradoks. Di sisi lain, ada keinginan untuk mengambil sesuatu dari pasangan sambil membiarkan diri sendiri padam.
Bridge memberikan perspektif yang lebih reflektif. “Top of the world but I’m still not free” mengungkap ironi situasi. Seseorang mungkin memiliki segalanya secara eksternal namun terjebak secara internal. Akhirnya, rahasia ini menjadi beban yang mencegah kedamaian sejati.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Mendengarkan lagu ini memberikan perasaan yang sangat kompleks dan tidak nyaman. Ada kejujuran brutal dalam lirik yang jarang ditemukan dalam lagu pop mainstream. Karena itu, lagu ini terasa sangat personal meski temanya universal.
Yang membuat lagu ini powerful adalah keberaniannya mengakui kelemahan manusia. Banyak orang pernah berada dalam posisi di mana mereka rela menerima lebih sedikit dari yang layak mereka dapatkan. Namun, tidak banyak yang berani mengakuinya secara terbuka. Lagu ini menjadi cermin untuk introspeksi tentang hubungan kita sendiri.
Musikalisasi yang gelap dan sensual sangat mendukung narasi lirik. Vokal The Weeknd yang khas menciptakan atmosfer yang intim namun menakutkan. Selain itu, kontribusi JENNIE menambah lapisan emosi yang berbeda. Kombinasi ini membuat pengalaman mendengarkan menjadi sangat immersive.
Lagu ini juga mengajak pendengar untuk mempertanyakan standar mereka dalam hubungan. Apakah kita rela kehilangan diri sendiri demi orang lain? Seberapa jauh kita akan pergi untuk mempertahankan koneksi dengan seseorang? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mudah dijawab, dan lagu ini tidak memberikan solusi mudah.
Yang paling menyentuh adalah bagaimana lagu ini menangkap perasaan kesepian di tengah keintiman. Seseorang bisa sangat dekat secara fisik namun jauh secara emosional. Terlebih lagi, ada kesadaran akan situasi ini namun ketidakmampuan untuk melepaskan diri. Ini adalah gambaran yang sangat real dari banyak hubungan modern.
Kesimpulan
One Of The Girls adalah eksplorasi mendalam tentang sisi gelap dari cinta dan keintiman. The Weeknd, JENNIE, dan Lily-Rose Depp berhasil menciptakan karya yang berani dan jujur. Lagu ini tidak memberikan kenyamanan namun justru mengajak refleksi yang penting.
Makna lagu One Of The Girls mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga identitas diri dalam hubungan. Cinta seharusnya tidak menghancurkan tetapi membangun. Namun, realitasnya sering kali lebih rumit dari idealisme tersebut. Dengan demikian, lagu ini menjadi pengingat yang kuat tentang nilai diri dan batasan yang sehat.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu One Of The Girls (with JENNIE, Lily Rose Depp).


