Last Updated on January 22, 2026 by admin
Sapikotak.id – Makna lagu 2 MINUS 1 (Bonus Track) dari SEVENTEEN. Lagu ini mengeksplorasi perasaan kompleks setelah perpisahan. Terdengar ceria di permukaan, namun menyimpan kesedihan yang mendalam. Paradoks antara mengaku baik-baik saja dengan kenyataan yang berbicara lain.
Pendahuluan
Lagu ini merupakan bonus track dari album mini kesembilan SEVENTEEN bertajuk Attacca yang dirilis tahun 2021. Sebagai salah satu grup K-pop paling berpengaruh, SEVENTEEN dikenal karena keterlibatan mendalam dalam proses kreatif musik mereka. Oleh karena itu, setiap lagu yang mereka bawakan memiliki makna personal yang kuat.
“2 MINUS 1” menjadi istimewa karena dinyanyikan dalam bahasa Inggris. Selain itu, lagu ini menghadirkan sisi rentan dari persona SEVENTEEN yang biasanya energik. Musiknya terdengar ringan dengan beat yang catchy. Namun, liriknya justru menceritakan perjuangan menghadapi kehilangan seseorang yang penting.

Tema utama berkisar pada ilusi kebahagian pasca perpisahan. Judul matematisnya sendiri sudah memberikan petunjuk menarik. Dua dikurangi satu menghasilkan satu, simbol dari diri sendiri yang tersisa. Akibatnya, pendengar diajak merenungkan identitas setelah kehilangan separuh dari diri.
Terjemahan Lirik Lagu 2 MINUS 1 (Bonus Track) – SEVENTEEN
Pembukaan
(What’s two minus one?)
(Berapa dua dikurangi satu?)
Verse 1
Hope you listen to this song ’cause I, I, I
Kuharap kau dengarkan lagu ini karena aku, aku, aku
‘Cause I’m doing right, just fine
Karena aku baik-baik saja
I’m doing alright, doing alright
Aku baik-baik saja, baik-baik saja
All the time in the world to myself
Semua waktu di dunia untuk diriku sendiri
I can go out and drink all day and night
Aku bisa pergi dan minum siang malam
But why can’t I get you off my mind?
Tapi kenapa aku tak bisa menghilangkanmu dari pikiran?
Pre-Chorus
I can’t get you out of my head, yeah
Aku tak bisa mengeluarkanmu dari kepala, yeah
Gotta get you out of my head, yeah
Harus mengeluarkanmu dari kepala, yeah
How can you be so fine when I’m, I’m 아야야
Bagaimana kau bisa baik-baik saja saat aku, aku kesakitan
Chorus
Two minus one
Dua dikurangi satu
I can see you’re doing really good without me, baby
Aku lihat kau baik-baik saja tanpaku, sayang
Two minus one
Dua dikurangi satu
I’m doing great myself, hope you know I am
Aku juga baik-baik saja, semoga kau tahu
‘Cause I’m not lonely, lonely, lonely, lonely, yeah
Karena aku tidak kesepian, kesepian, kesepian, kesepian, yeah
Lonely, lonely, lonely, lonely, yeah
Kesepian, kesepian, kesepian, kesepian, yeah
Two minus one
Dua dikurangi satu
I’m super fine, I, I don’t need you anymore
Aku sangat baik, aku, aku tak membutuhkanmu lagi
Verse 2
And every time I see you in my feed
Dan setiap kali aku melihatmu di media sosialku
I don’t feel anything anymore
Aku tak merasakan apa-apa lagi
We used to be best friends, I remember you said it
Kita dulu sahabat, aku ingat kau bilang itu
You can be yourself when I’m around
Kau bisa jadi dirimu sendiri saat aku ada
Guess that didn’t really matter
Sepertinya itu tak benar-benar penting
All the feelings we had were not worth much to you at all
Semua perasaan yang kita miliki tak berharga bagimu
Well, I moved on, so keep your two cents
Yah, aku sudah move on, simpan saja pendapatmu
Sympathy subtraction
Pengurangan simpati
Pre-Chorus 2
I can’t get you out of my head, yeah
Aku tak bisa mengeluarkanmu dari kepala, yeah
Gotta get you out of my head, yeah
Harus mengeluarkanmu dari kepala, yeah
How can you be so fine when I’m
Bagaimana kau bisa baik-baik saja saat aku
I’m, I’m, I’m
Aku, aku, aku
Chorus 2
Two minus one
Dua dikurangi satu
I can see you’re doing really good without me, baby
Aku lihat kau baik-baik saja tanpaku, sayang
Two minus one
Dua dikurangi satu
I’m doing great myself, hope you know I am
Aku juga baik-baik saja, semoga kau tahu
‘Cause I’m not lonely, lonely, lonely, lonely, yeah
Karena aku tidak kesepian, kesepian, kesepian, kesepian, yeah
Lonely, lonely, lonely, lonely, yeah
Kesepian, kesepian, kesepian, kesepian, yeah
Two minus one
Dua dikurangi satu
I’m super fine, I, I don’t need you anymore
Aku sangat baik, aku, aku tak membutuhkanmu lagi
Bridge
I thought you were the one, didn’t need any other
Kukira kau orangnya, tak butuh yang lain
I can still smell the perfume you used to wear in my clothes
Aku masih bisa mencium parfum yang dulu kau pakai di bajuku
Can’t erase it, no, I used to think you were that someone
Tak bisa menghapusnya, tidak, dulu kukira kau orang spesial itu
We used be so much alike, I can still see you in myself
Kita dulu begitu mirip, aku masih melihatmu dalam diriku
Love is so blinding, love is so blinding (love is so blinding)
Cinta begitu membutakan, cinta begitu membutakan (cinta begitu membutakan)
Final Chorus
Two minus one
Dua dikurangi satu
I can see you’re doing really good without me, baby
Aku lihat kau baik-baik saja tanpaku, sayang
Two minus one
Dua dikurangi satu
I’m doing great myself, hope you know I am
Aku juga baik-baik saja, semoga kau tahu
‘Cause I’m not lonely, lonely, lonely, lonely, yeah
Karena aku tidak kesepian, kesepian, kesepian, kesepian, yeah
Lonely, lonely, lonely, lonely, yeah
Kesepian, kesepian, kesepian, kesepian, yeah
Two minus one
Dua dikurangi satu
I’m super fine, I, I don’t need you anymore
Aku sangat baik, aku, aku tak membutuhkanmu lagi
Outro
Don’t need you anymore
Tak membutuhkanmu lagi
I need you
Aku membutuhkanmu
Makna Lagu 2 MINUS 1 (Bonus Track) – Kebohongan yang Jujur
Makna lagu ini terletak pada kontradiksi yang disengaja antara kata dan perasaan. Narator terus mengulang bahwa dirinya baik-baik saja. Namun, setiap baris justru mengkhianati klaim tersebut. Oleh karena itu, lagu ini menjadi potret jujur tentang penyangkalan diri.
Judul matematisnya sangat simbolis dan bermakna dalam. Dua orang yang dulu jadi satu kesatuan. Kemudian, salah satu pergi dan menyisakan satu. Akibatnya, yang tersisa harus belajar menjadi utuh sendirian. Proses ini tak pernah mudah meski mulut berkata sebaliknya.
Pengulangan kata “lonely” delapan kali berturut-turut sangat powerful. Meskipun didahului klaim “I’m not lonely”, pengulangan ini justru meneriakkan kesepian. Kontradiksi ini mencerminkan pergolakan batin yang sesungguhnya. Terutama saat seseorang mencoba meyakinkan diri sendiri tentang sesuatu yang belum sepenuhnya benar.
Arti lagu ini juga berbicara tentang citra media sosial. Baris “every time I see you in my feed” sangat relevan dengan era digital. Kita bisa melihat mantan kekasih terlihat bahagia online. Sementara itu, kita berjuang sendirian dengan kehilangan. Kesenjangan antara realitas online dan offline semakin menyakitkan.
Yang menarik adalah bridge yang mengungkap keintiman masa lalu. Parfum yang masih tercium di baju. Kesamaan kepribadian yang membuat mereka sempurna bersama. Dengan demikian, lagu ini menunjukkan bahwa kehilangan bukan hanya tentang orang. Melainkan juga tentang kehilangan bagian dari identitas diri.
Ending lagu memberikan kejutan yang menghancurkan sekaligus jujur. Setelah berulang kali bilang “don’t need you anymore”, lagu ditutup dengan “I need you”. Hanya tiga kata. Namun, ketiga kata ini membongkar semua kepura-puraan sebelumnya. Kesimpulannya, ini adalah pengakuan paling jujur dalam seluruh lagu.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Mari kita bedah lebih dalam setiap bagian. Verse pertama langsung membuka dengan paradoks. Narator mengklaim punya semua waktu untuk diri sendiri, bahkan bisa minum siang malam tanpa batasan. Tetapi kalimat terakhir membatalkan semua kebebasan itu dengan satu pertanyaan: kenapa masih tak bisa melupakan?
Pre-chorus mengulangi “can’t get you out of my head” dan “gotta get you out of my head”. Pengulangan ini menunjukkan obsesi dan desperasi. Baris terakhir yang menggunakan “아야야” (ayaya) menambah dimensi emosional — kata ini adalah ekspresi kesakitan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata biasa.
Chorus adalah bagian paling menipu. Setiap klaim positif sebenarnya adalah doa dan harapan palsu. Narator berharap mantan melihat dirinya baik-baik saja. Pengulangan “lonely” justru mengekspos kebohongan tersebut — delapan kali kata “lonely” seperti mantra yang gagal mengusir kenyataan.
Verse kedua membawa dimensi pertemanan yang hilang. Mereka bukan hanya sepasang kekasih, tetapi sahabat yang bisa jadi diri sendiri bersama. Kehilangan terasa lebih dalam — bukan hanya kehilangan cinta romantis, tetapi juga kehilangan tempat teraman untuk vulnerable.
Frasa “sympathy subtraction” adalah permainan kata yang brilian. Simpati dikurangi, seperti angka dalam perhitungan dingin — menunjukkan betapa menyakitkan saat cinta diperlakukan seperti perhitungan untung rugi.
Bridge adalah klimaks emosional paling mentah dan rentan. Parfum yang masih tercium adalah detail sensorik yang sangat kuat. Indra penciuman sangat terkait dengan memori — aroma tertentu bisa langsung membawa kita kembali ke momen spesifik. Parfum menjadi simbol kenangan yang tak bisa dihapus.
Pengulangan “love is so blinding” tiga kali menunjukkan penyesalan dan realisasi. Cinta memang membutakan — membuat kita tidak melihat tanda bahaya, terutama ketika kita terlalu yakin seseorang adalah “the one”. Akhirnya, keyakinan buta itu yang membuat kehilangan terasa lebih menyakitkan.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Lagu ini seperti cermin bagi siapa saja yang pernah berpura-pura kuat. Kita semua pernah ada di posisi ini. Berkata pada teman-teman bahwa kita sudah move on. Sementara itu, setiap malam masih memikirkan orang yang sama. Kejujuran brutal dalam lirik ini justru yang membuatnya begitu relatable.
Yang paling menyentuh adalah bagaimana lagu ini menangkap fenomena media sosial modern. Melihat mantan terlihat bahagia di Instagram atau Twitter. Mereka posting foto dengan teman-teman, tersenyum lebar. Namun, kita tidak tahu apakah senyum itu asli atau sama palunya dengan klaim “I’m fine” yang kita ucapkan. Misalnya, mungkin mereka juga berpura-pura seperti kita.
Ending lagu adalah bagian yang paling menusuk dan jujur. Setelah empat menit lebih meyakinkan diri dan dunia bahwa semuanya baik. Akhirnya pengakuan sejujur-jujurnya keluar: “I need you”. Karena itu, lagu ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Tidak apa-apa untuk masih membutuhkan seseorang yang sudah pergi.
Musiknya yang upbeat kontras dengan lirik yang sedih. Ini seperti topeng yang kita pakai sehari-hari. Kita tersenyum dan tertawa di depan orang. Tetapi begitu sendirian, topeng itu jatuh. Selain itu, kontras ini membuat lagu lebih powerful. Karena menunjukkan perbedaan antara persona publik dan perasaan privat.
Banyak orang bisa relate dengan perasaan kehilangan identitas setelah perpisahan. Khususnya jika hubungan itu sudah bertahun-tahun. Kita jadi terbiasa mendefinisikan diri sebagai bagian dari “kita”. Lalu tiba-tiba, “kita” tidak ada lagi. Yang tersisa hanya “aku” yang harus belajar utuh sendirian. Dengan demikian, proses ini memang seperti matematika: dua dikurangi satu sama dengan satu. Tapi satu yang tersisa itu bukan satu yang sama dengan sebelumnya.
Kesimpulan
Makna lagu 2 MINUS 1 (Bonus Track) dari SEVENTEEN adalah tentang kejujuran di balik kepura-puraan. Lagu ini menangkap dengan sempurna pergulatan antara ego dan hati. Antara ingin terlihat kuat dan kenyataan masih rapuh. Oleh karena itu, lagu ini resonan dengan siapa saja yang pernah mengalami kehilangan.
Penggunaan metafora matematika memberikan cara unik memandang perpisahan. Dua menjadi satu bukan hanya tentang jumlah. Tetapi tentang transformasi identitas yang menyakitkan. Selain itu, ending yang kontradiktif memberikan katharsis. Karena akhirnya ada ruang untuk mengakui kebenaran tanpa malu.
SEVENTEEN berhasil menciptakan lagu yang terdengar ringan namun berbobot. Musiknya membuat kita ingin menari. Namun, liriknya membuat kita ingin menangis. Kombinasi ini adalah kekuatan sejati dari lagu ini. Kesimpulannya, inilah bukti bahwa pop song bisa menjadi medium untuk mengekspresikan emosi kompleks dengan jujur dan tanpa pretense.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu 2 MINUS 1 (Bonus Track).


