Makna Lagu Musim Hujan HIVI!

By | January 5, 2026

Last Updated on January 5, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Musim Hujan dari HIVI!. Lagu ini menghadirkan perjalanan emosional tentang kerinduan dan kenangan masa lalu. Hujan menjadi simbol penghiburan di tengah kesendirian. Melodi lembut HIVI! membawa pendengar menyelami perasaan nostalgia yang mendalam.

Pendahuluan

HIVI! adalah band pop Indonesia yang dikenal dengan harmoni vokal yang indah. Band ini terdiri dari Neida Aleida, Ilham Aditya, Ezra Mandira, dan Febrian Aditya. Mereka sukses mencuri perhatian publik dengan lagu-lagu yang menyentuh hati. Oleh karena itu, setiap rilisan mereka selalu dinanti penggemar.

Musim Hujan adalah salah satu lagu dari album Ceritera yang dirilis tahun 2016. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang merindukan masa lalu. Selain itu, hujan dijadikan metafora untuk mengobati luka dan kesepian. Aransemen musiknya yang sederhana membuat lirik semakin terasa dalam.

HIVI! Musim Hujan

Lagu ini cocok didengarkan saat suasana mendung atau ketika kita sedang merenung. Namun, pesannya tidak hanya tentang kesedihan semata. Kemudian, ada harapan untuk bangkit dan merelakan apa yang telah berlalu.

Lirik Lagu Musim Hujan – HIVI!

Musim hujan akhirnya datang
Aku t’lah merindukannya
Musim hujan s’lalu terkenang
Aku mengingat indahnya

Dan hujan datang kemari
Temani diriku yang sepi
Deru derasnya mengiringi
Setiap kata yang berbisik di hati

Dan hujan datang kembali
Temani diriku yang sunyi
Jangan berhenti menyirami
Hingga ‘ku terbangun di esok pagi

Musim hujan tahun sekarang
Masih teringat dirinya
Musim hujan yang akan datang
Aku harus relakannya

Dan hujan datang kemari
Temani diriku yang sepi
Deru derasnya mengiringi
Setiap kata yang berbisik di hati

Dan hujan datang kembali
Temani diriku yang sunyi
Jangan berhenti menyirami
Hingga ‘ku terbangun di esok pagi

Musim hujan selamat datang
Janganlah engkau cepat menghilang

Dan hujan datang kemari
Temani diriku yang sepi
Deru derasnya mengiringi
Setiap kata yang berbisik di hati

Dan hujan datang kembali
Temani diriku yang sunyi
Jangan berhenti menyirami
Hingga ‘ku terbangun di esok pagi

Dan hujan datang kemari
Temani diriku yang sepi
Deru derasnya mengiringi
Setiap kata yang berbisik di hati

Dan hujan datang kembali
Temani diriku yang sunyi
Jangan berhenti menyirami
Hingga ‘ku terbangun di esok pagi

Musim hujan yang akan datang
Aku harus relakannya
(Musim hujan)

Makna Lagu Musim Hujan: Hujan sebagai Teman di Kala Sunyi

Arti lagu Musim Hujan berkisar pada kerinduan terhadap kenangan indah masa lalu. Hujan di sini bukan sekadar fenomena alam biasa. Sebaliknya, ia menjadi simbol penghiburan bagi jiwa yang kesepian. Karena itu, pendengar bisa merasakan emosi yang sangat personal.

Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang menantikan musim hujan. Musim tersebut membawa kenangan tentang seseorang yang pernah berarti. Namun, ia juga menyadari bahwa kenangan itu harus direlakan. Oleh karena itu, ada dualitas antara kerinduan dan penerimaan.

Frasa “temani diriku yang sepi” menunjukkan kesendirian yang mendalam. Hujan hadir sebagai teman yang setia menemani malam-malam sunyi. Bahkan, deru derasnya seolah mengerti bisikan hati yang tidak terucap. Dengan demikian, alam menjadi cerminan perasaan batin.

Bagian yang menarik adalah ketika penyanyi meminta hujan untuk terus turun. Ia berharap hujan menyiraminya hingga pagi tiba. Ini melambangkan keinginan untuk dibersihkan dari luka emosional. Akhirnya, ia ingin bangun dengan perasaan yang lebih segar dan legowo.

Makna lagu Musim Hujan juga bicara tentang siklus kehidupan. Musim berganti, kenangan datang dan pergi. Kita harus belajar melepaskan apa yang tidak bisa dipertahankan. Selain itu, kita perlu menerima bahwa hidup terus berjalan meski hati masih berat.

Analisis Lirik Secara Mendalam

“Musim hujan akhirnya datang / Aku t’lah merindukannya” – Pembukaan ini menunjukkan penantian yang lama. Musim hujan bukan hanya cuaca, tetapi momen penuh makna. Karena itu, kehadirannya sangat dirindukan.

“Musim hujan s’lalu terkenang / Aku mengingat indahnya” – Di sini, nostalgia mulai terasa kuat. Musim hujan membawa ingatan tentang masa-masa bahagia. Namun, keindahan itu kini hanya tinggal kenangan.

“Dan hujan datang kemari / Temani diriku yang sepi” – Hujan digambarkan seperti sosok yang hadir menemani. Kesendirian tidak lagi terasa begitu berat. Oleh karena itu, hujan menjadi penghibur yang paling dipercaya.

“Deru derasnya mengiringi / Setiap kata yang berbisik di hati” – Lirik ini sangat puitis dan dalam. Suara hujan seolah memahami perasaan yang tak terucapkan. Dengan demikian, ada koneksi emosional antara manusia dan alam.

“Jangan berhenti menyirami / Hingga ‘ku terbangun di esok pagi” – Ini adalah permintaan untuk penyembuhan. Penyanyi ingin hujan membersihkan luka batinnya. Kemudian, ia berharap bisa bangun dengan hati yang lebih ringan.

“Musim hujan tahun sekarang / Masih teringat dirinya” – Meskipun waktu berlalu, kenangan masih melekat. Seseorang dari masa lalu tetap hidup dalam ingatan. Namun, ada kesadaran bahwa ini tidak sehat jika terus dibiarkan.

“Musim hujan yang akan datang / Aku harus relakannya” – Inilah klimaks emosional dari lagu ini. Ada keputusan untuk melepaskan kenangan itu. Selain itu, ada tekad untuk melangkah maju meski sulit.

“Musim hujan selamat datang / Janganlah engkau cepat menghilang” – Bridge ini menunjukkan ketergantungan pada momen tersebut. Penyanyi masih membutuhkan waktu untuk proses penyembuhan. Karena itu, ia meminta hujan untuk tetap bertahan sedikit lebih lama.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Lagu Musim Hujan terasa sangat relatable bagi siapa saja yang pernah kehilangan. Entah itu kehilangan orang yang dicintai atau kehilangan momen indah. Karena itu, banyak pendengar yang merasa terhubung secara emosional dengan lagu ini.

Ketika mendengarkan lagu ini, suasana hati langsung ikut larut. Apalagi jika sedang hujan di luar. Suara rintik hujan dan melodi HIVI! berpadu sempurna. Dengan demikian, pengalaman mendengarnya menjadi lebih immersive.

Yang menarik dari lagu ini adalah kesederhanannya. Tidak ada lirik yang berlebihan atau terlalu rumit. Namun, justru kesederhanaan itu membuat pesannya sampai dengan kuat. Oleh karena itu, lagu ini mudah dinikmati berbagai kalangan.

Lagu ini juga mengajarkan tentang pentingnya merelakan. Kita tidak bisa selamanya terpaku pada masa lalu. Selain itu, kita harus memberi ruang bagi hal-hal baru untuk masuk. Akhirnya, kehidupan akan terasa lebih ringan dan bermakna.

Bagi yang sedang berduka atau merasa kesepian, lagu ini bisa menjadi teman. Ia tidak memberikan solusi instan. Sebaliknya, ia menemani kita dalam proses penyembuhan. Karena itu, Musim Hujan adalah lagu yang sangat humanis.

Kesimpulan

Musim Hujan dari HIVI! adalah karya yang indah dan penuh makna. Lagu ini berbicara tentang kerinduan, kesepian, dan proses merelakan kenangan. Hujan menjadi simbol penghiburan yang hadir di saat-saat tersulit. Oleh karena itu, lagu ini sangat menyentuh hati banyak orang.

Lirik yang sederhana namun puitis membuat pesan lagu ini mudah dipahami. Aransemen musik yang lembut semakin memperkuat nuansa emosional. Selain itu, vokal khas HIVI! menambah kedalaman setiap kata yang dinyanyikan. Dengan demikian, pengalaman mendengarnya menjadi sangat berkesan.

Lagu ini mengingatkan kita bahwa tidak apa-apa untuk merasakan kesedihan. Namun, kita juga harus berani melangkah maju. Karena itu, Musim Hujan bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang harapan. Akhirnya, kita belajar bahwa setiap musim pasti berlalu dan membawa pelajaran berharga.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Musim Hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *