Last Updated on December 20, 2025 by admin
Sapikotak.id – Makna lagu Satu Kali dari Tulus. Lagu ini mengajak kita merenungkan perjalanan hidup yang hanya terjadi sekali. Setiap fase kehidupan adalah kesempatan yang tak akan terulang lagi.
Pendahuluan
Tulus membawa pesan filosofis mendalam melalui lagu Satu Kali. Lagu ini dirilis sebagai bagian dari album Manusia pada tahun 2022. Oleh karena itu, karya ini menjadi salah satu yang paling reflektif dalam diskografi Tulus.
Penyanyi asal Bukittinggi ini dikenal dengan lirik-lirik puitis. Selain itu, musiknya selalu menyentuh sisi emosional pendengar. Lagu Satu Kali mengangkat tema tentang menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

Musiknya mengalir lembut dengan aransemen yang minimalis. Namun, pesan yang disampaikan sangat kuat dan universal. Karena itu, lagu ini relevan untuk semua usia dan latar belakang.
Terjemahan Lirik Lagu Satu Kali – Tulus
Untuk matamu yang basah tak berhenti
Untuk tawa yang datang sesekali
Di titik gelap dan terang yang berganti
Gemuruh angin berbagai penjuru
Ringkihlah asa
Hilanglah harap
Terbuanglah waktu
Kecil hanya sekali
Muda hanya sekali
Tua hanya sekali
Hiduplah kini
Kecil hanya sekali
Muda hanya sekali
Tua hanya sekali
Hiduplah kini
Merangkak dua langkah kecil pertama
Kini dia lari dan tergesa-gesa
Terenyuh dia buah manis pertama
Kini ilusi pahit mewah rasa
Jutaan ragu
Juta keliru
Puji ilusimu
Kecil hanya sekali
Muda hanya sekali
Tua hanya sekali
Hiduplah kini
Kecil hanya sekali
Muda hanya sekali
Tua hanya sekali
Hiduplah kini
Wajah kecilmu
Kita manusia
Bukan yang maha paling mulia
Kecil hanya satu kali
Muda hanya satu kali
Tua hanya satu kali
Hiduplah
Hiduplah kini
Hiduplah
Hiduplah kini
Oh
Hiduplah kini
Makna Lagu Satu Kali: Merayakan Setiap Fase Kehidupan
Makna lagu Satu Kali berkisar pada kesadaran akan keterbatasan waktu. Tulus menyampaikan bahwa setiap fase hidup hanya dialami sekali. Oleh karena itu, kita harus menghargai setiap momen yang ada.
Lagu ini berbicara tentang perjalanan manusia dari kecil hingga tua. Setiap tahapan membawa keunikan dan pengalaman berbeda. Namun, semua fase itu tidak akan pernah kembali lagi.
Frasa “Hiduplah kini” menjadi inti dari pesan lagu ini. Tulus mengajak pendengar untuk tidak terjebak dalam penyesalan masa lalu. Selain itu, kita juga tidak boleh terlalu cemas tentang masa depan.
Arti lagu Satu Kali juga menyentuh tema kemanusiaan yang rentan. Lirik “Kita manusia, bukan yang maha paling mulia” mengingatkan kita akan keterbatasan. Dengan demikian, kita harus lebih bijak dalam menjalani hidup.
Tulus menggunakan bahasa yang sederhana namun mendalam. Misalnya, frasa “Ringkihlah asa, hilanglah harap” menggambarkan momen-momen gelap kehidupan. Namun, di tengah kesulitan itu, ada ajakan untuk tetap hidup di masa kini.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Pembukaan lagu menyentuh aspek emosional dengan kalimat “Untuk matamu yang basah tak berhenti“. Ini menggambarkan air mata dan kesedihan yang dialami manusia. Kemudian, lirik dilanjutkan dengan “Untuk tawa yang datang sesekali” sebagai kontras.
Kontras antara sedih dan bahagia ini mencerminkan realitas hidup. Kehidupan memang selalu berada di antara titik gelap dan terang. Oleh karena itu, kita harus menerima kedua sisi ini dengan lapang dada.
Bagian “Merangkak dua langkah kecil pertama” menggambarkan masa kecil. Ini adalah fase ketika kita belajar berjalan untuk pertama kali. Selanjutnya, lirik “Kini dia lari dan tergesa-gesa” menunjukkan bagaimana kita tumbuh dewasa.
Perubahan dari merangkak ke berlari adalah metafora kehidupan yang bergerak cepat. Seiring waktu, kita kehilangan keluguan masa kecil. Misalnya, “Terenyuh dia buah manis pertama” menggambarkan kepolosan cinta pertama.
Namun, lirik dilanjutkan dengan “Kini ilusi pahit mewah rasa“. Ini menunjukkan bahwa pengalaman dewasa lebih kompleks dan pahit. Akibatnya, kita menghadapi “jutaan ragu” dan “juta keliru” dalam hidup.
Frasa “Puji ilusimu” sangat menarik untuk dianalisis. Tulus seperti mengatakan bahwa bahkan kesalahan dan ilusi kita layak dihargai. Karena itu, semua pengalaman adalah bagian dari proses pembelajaran.
Chorus yang berulang menekankan pesan utama lagu. Tiga fase kehidupan disebutkan: kecil, muda, dan tua. Setiap fase hanya terjadi satu kali. Sehingga, kita harus menjalaninya dengan penuh kesadaran.
Bagian bridge membawa pesan kerendahan hati. Lirik “Kita manusia, bukan yang maha paling mulia” mengingatkan posisi kita di alam semesta. Dengan demikian, kita harus lebih menghargai waktu yang diberikan.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Mendengarkan lagu Satu Kali membuat kita berhenti sejenak dan merenung. Lagu ini seperti pengingat lembut bahwa waktu terus berjalan. Oleh karena itu, kita tidak boleh menunda untuk hidup dengan bermakna.
Banyak dari kita terjebak dalam rutinitas yang membuat lupa akan esensi hidup. Kita sering menunggu “waktu yang tepat” untuk bahagia atau mengejar mimpi. Namun, lagu ini mengajarkan bahwa waktu yang tepat adalah sekarang.
Pesan “Hiduplah kini” sangat relevan di era modern yang penuh distraksi. Kita sering terlalu sibuk memikirkan masa depan atau menyesali masa lalu. Akibatnya, momen-momen berharga di masa kini terlewatkan begitu saja.
Lirik lagu Satu Kali juga mengajarkan tentang penerimaan diri. Kita semua pernah membuat kesalahan dan mengalami kegagalan. Namun, semua itu adalah bagian dari perjalanan yang membentuk kita.
Tulus berhasil menyampaikan filosofi hidup yang universal melalui musik. Lagu ini bisa didengarkan oleh siapa saja, dari berbagai usia. Karena itu, pesannya selalu terasa personal dan menyentuh hati.
Ketika mendengar lagu ini, cobalah merenungkan fase hidup yang sedang dijalani. Apakah kita sudah menjalaninya dengan penuh kesadaran? Ataukah kita masih terjebak dalam kekhawatiran yang tidak perlu?
Kesimpulan
Lagu Satu Kali karya Tulus adalah pengingat indah tentang keajaiban hidup. Setiap fase kehidupan adalah hadiah yang tidak akan terulang. Oleh karena itu, kita harus menjalaninya dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Makna lagu ini mengajak kita untuk hidup di masa kini. Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Namun, jangan sampai perencanaan itu membuat kita lupa menikmati hari ini.
Pesan kemanusiaan yang disampaikan Tulus sangat menyentuh. Kita semua memiliki keterbatasan dan bukan makhluk yang sempurna. Dengan demikian, kita harus lebih bijak dalam menghargai waktu yang ada.
Lagu ini adalah karya yang patut diapresiasi karena kedalaman pesannya. Melalui lirik yang puitis dan musik yang lembut, Tulus berhasil menyentuh hati pendengar. Akhirnya, lagu ini mengingatkan kita untuk terus hidup dengan penuh makna.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Satu Kali.



