Makna Lagu THERAPY SESSION Justin Bieber

By | January 7, 2026

Last Updated on January 7, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu THERAPY SESSION dari Justin Bieber. Lagu ini adalah percakapan jujur tentang beban hidup di sorotan publik. Ketika setiap pergumulan menjadi tontonan massa, batas antara kemanusiaan dan ekspektasi menjadi kabur. Terapi yang dibutuhkan bukan hanya untuk jiwa, tetapi juga untuk mempertahankan identitas diri.

Pendahuluan

THERAPY SESSION adalah interlude dialog dari Justin Bieber yang terasa sangat intim. Trek ini muncul di era ketika Bieber mulai lebih terbuka soal kesehatan mentalnya. Tidak ada melodi dramatis atau beat menghanyutkan. Sebaliknya, kita mendengar percakapan mentah antara dua orang yang membahas beban hidup sebagai public figure.

Bieber telah melewati banyak fase dalam kariernya. Dari bintang remaja hingga dewasa yang bergulat dengan identitas. Oleh karena itu, trek seperti ini menjadi jendela ke dalam pikirannya yang sebenarnya. Pendengar diajak merasakan lelahnya ditanya “kamu baik-baik saja?” terus-menerus sampai pertanyaan itu sendiri menjadi beban.

Justin Bieber THERAPY SESSION

Terjemahan Lirik Lagu THERAPY SESSION – Justin Bieber

Even sometimes where I know you’re trollin’ (Yeah)

Bahkan kadang ketika aku tahu kamu sedang menggodaku

And they don’t even understand it, like, “Oh my God

Dan mereka bahkan tidak mengerti, seperti, “Ya Tuhan

He’s fuckin’ losin’ his mind” (Yeah)

Dia benar-benar kehilangan akal”

And he’s like, “Nah, I think he’s just bein’ a human bein’

Dan dia bilang, “Tidak, menurutku dia hanya sedang menjadi manusia

He’s enjoyin’ social media like the fuckin’ rest of us

Dia menikmati media sosial seperti kita semua

He’s just doin’ it his own way” (Yeah), yeah

Dia hanya melakukannya dengan caranya sendiri”

And that’s been a tough thing for me recently (Mmm)

Dan itu menjadi hal yang berat bagiku akhir-akhir ini

It’s feelin’ like, you know

Rasanya seperti, kau tahu

I have had to go through a lot of my struggles as a human (Mmm)

Aku harus melewati banyak pergumulanku sebagai manusia

As all of us do really publicly (Yeah)

Seperti yang kita semua lakukan, tapi sangat terbuka untuk publik

And so people are always askin’ if I’m okay (Yeah)

Jadi orang-orang selalu bertanya apakah aku baik-baik saja

And that starts to really weigh on me (Yeah)

Dan itu mulai benar-benar membebani diriku

You know? ‘Cause I’m—

Kau tahu? Karena aku—

Because it’s like when somebody keeps sayin’

Karena ini seperti ketika seseorang terus berkata

“Why you cryin’? Why you cryin’?”

“Kenapa kamu menangis? Kenapa kamu menangis?”

It’s like, “Bitch, I’m not, but now I am, fuck” (Yeah, yeah)

Rasanya seperti, “Brengsek, aku tidak menangis, tapi sekarang aku jadi menangis”

You know what I’m sayin’?

Kau mengerti maksudku?

It starts to make me feel like

Ini mulai membuatku merasa seperti

I’m the one with issues and everyone else is perfect

Akulah yang punya masalah dan orang lain semua sempurna

Exactly, see? That’s why I say, I’ma be your counselor (Mmm)

Tepat sekali, lihat? Itulah kenapa aku bilang, aku akan jadi penasihatmu

I’ma tell you, you start smokin’ these Black & Milds with me, bro, you gon’ feel way better

Aku kasih tahu, kau mulai merokok Black & Milds bersamaku, bro, kau akan merasa jauh lebih baik

I just started doin’ this shit, I feel ten times better

Aku baru mulai melakukan ini, aku merasa sepuluh kali lebih baik

These wood tips, I swear to God, bro, your voice may change, Justin

Ujung kayu ini, aku bersumpah demi Tuhan, bro, suaramu mungkin berubah, Justin

But I’m tellin’ you one thing, it’ll tune everything out

Tapi aku kasih tahu satu hal, ini akan mematikan segalanya

You ever had a jazz tip? You j—, haha, boy, I tell you—, haha

Pernah coba jazz tip? Kau—, haha, bung, aku kasih tahu—, haha

Makna Lagu THERAPY SESSION: Ketika Empati Menjadi Beban

Lagu ini membahas paradoks yang jarang dibicarakan. Pertanyaan “kamu baik-baik saja?” seharusnya menunjukkan kepedulian. Namun, ketika diulang terus-menerus, pertanyaan itu justru menjadi pengingat konstan bahwa sesuatu dianggap salah. Bieber menjelaskan dengan gamblang: ketika orang terus bertanya kenapa dia menangis, dia akhirnya benar-benar menangis.

Ini adalah kritik halus terhadap budaya media sosial. Setiap tindakan dianalisis, setiap ekspresi diteliti. Misalnya, ketika selebriti bercanda atau bersikap santai di media sosial, hal itu bisa disalahartikan sebagai tanda masalah mental. Akibatnya, mereka kehilangan ruang untuk menjadi manusia biasa.

Trek ini juga menyentuh tema isolasi emosional. Ketika seseorang terus ditanya apakah baik-baik saja, ia mulai merasa seolah dialah satu-satunya yang bermasalah. Sementara itu, orang lain tampak sempurna. Padahal, setiap orang punya pergumulan masing-masing. Hanya saja, tidak semua harus melewatinya di depan jutaan mata.

Bagian akhir percakapan tentang merokok Black & Milds menambah lapisan makna. Ini bukan promosi kebiasaan tidak sehat. Sebaliknya, ini tentang mencari pelarian apa pun dari tekanan mental. Khususnya ketika tidak ada ruang aman untuk sekadar bernapas tanpa dinilai.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Kalimat pembuka “Even sometimes where I know you’re trollin’” langsung menunjukkan kesadaran Bieber. Dia tahu ada orang yang sengaja memprovokasi. Namun, publik sering salah mengartikan responsnya. Mereka mengira dia kehilangan kendali padahal dia hanya merespons dengan cara manusiawi.

Frasa “He’s just doin’ it his own way” sangat penting. Ini adalah pembelaan terhadap hak untuk memiliki kepribadian unik. Di era ketika semua orang diharapkan bereaksi dengan cara tertentu, melakukan sesuatu dengan cara sendiri dianggap aneh. Oleh karena itu, originalitas sering disalahpahami sebagai ketidakstabilan.

Bagian “I have had to go through a lot of my struggles as a human… really publicly” adalah inti masalahnya. Kata “really publicly” menekankan betapa tidak ada privasinya. Setiap kali dia jatuh, bangkit, atau bahkan sekadar ada, semua orang menonton. Kemudian mengomentari. Dan itu menguras energi.

Analogi “Why you cryin’? Why you cryin’?” sangat kuat. Ketika seseorang terus menanyakan hal yang sama, pertanyaan itu menciptakan realitasnya sendiri. Bahkan jika Bieber awalnya tidak menangis, pertanyaan berulang itu membuatnya akhirnya benar-benar menangis. Ini menggambarkan bagaimana ekspektasi dan proyeksi orang lain bisa membentuk emosi kita.

Terakhir, tawaran menjadi “counselor” dengan cara tidak konvensional menunjukkan ironi. Alih-alih terapi formal, temannya menawarkan pelarian sederhana. Ini mengkritik bagaimana solusi kesehatan mental sering terasa klise atau tidak autentik. Terkadang, yang dibutuhkan hanya seseorang yang mengerti tanpa menghakimi.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Mendengarkan THERAPY SESSION terasa seperti menguping percakapan yang seharusnya privat. Namun, justru di situlah kekuatannya. Trek ini mengingatkan bahwa selebriti adalah manusia dengan emosi kompleks. Mereka bukan robot yang harus selalu baik-baik saja atau selalu memberikan respons sempurna.

Banyak dari kita mungkin tidak hidup di sorotan publik. Tetapi, kita semua pernah merasakan beban pertanyaan berulang. Misalnya, ketika keluarga terus bertanya soal pekerjaan atau hubungan. Atau ketika teman terus menanyakan kenapa kita tampak lelah. Akhirnya, pertanyaan itu sendiri yang membuat kita lelah.

Yang menarik adalah kejujuran rawnya. Bieber tidak mencoba terdengar bijaksana atau filosofis. Dia hanya berbagi frustrasi dengan cara yang sangat manusiawi. Bahkan dengan kata-kata kasar dan tidak terfilter. Justru itulah yang membuatnya terasa nyata dan relatable.

Trek ini juga mengajarkan pentingnya memberi ruang. Ketika kita peduli pada seseorang, kadang cara terbaik bukanlah terus bertanya. Melainkan hadir tanpa ekspektasi. Membiarkan mereka memproses emosi dengan tempo mereka sendiri. Tanpa merasa diawasi atau dinilai.

Kesimpulan

THERAPY SESSION adalah pengingat bahwa kesehatan mental bukan tentang selalu baik-baik saja. Lagu ini menunjukkan betapa beratnya hidup dengan sorotan konstan. Setiap emosi dianalisis, setiap tindakan diperdebatkan. Akibatnya, ruang untuk menjadi manusia biasa semakin sempit.

Bieber menyampaikan pesan penting lewat percakapan sederhana ini. Empati yang berlebihan bisa menjadi beban. Pertanyaan yang terlalu sering bisa menciptakan masalah yang sebelumnya tidak ada. Oleh karena itu, kadang yang dibutuhkan hanyalah kehadiran tanpa kata-kata.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu THERAPY SESSION.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *