Makna Lagu Wade Clairo

By | December 31, 2025

Last Updated on December 31, 2025 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Wade dari Clairo. Lagu ini membahas tentang pergulatan internal menghadapi kesendirian dan penerimaan diri. Clairo menyampaikan perasaan kompleks tentang waktu, penyesalan, dan harapan di masa depan.

Pendahuluan

“Wade” adalah salah satu track dari album Sling yang dirilis Clairo pada 2021. Album ini menandai evolusi musikal Clairo yang lebih matang dan introspektif. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, Sling mengeksplorasi tema-tema dewasa seperti kesendirian, pertumbuhan pribadi, dan kompleksitas emosi manusia. Lagu “Wade” khususnya menampilkan lirik yang sangat personal dan penuh refleksi. Oleh karena itu, banyak pendengar merasa terhubung dengan kejujuran emosional yang ditawarkan Clairo.

Clairo Wade

Clairo, nama panggung dari Claire Cottrill, dikenal dengan pendekatan musiknya yang intim dan relatable. Sejak debut, ia telah menarik perhatian dengan kemampuannya menuangkan perasaan rumit ke dalam melodi yang sederhana namun menyentuh. “Wade” menjadi salah satu contoh terbaik dari kepiawaian tersebut. Selain itu, produksi lagu ini melibatkan Jack Antonoff yang membantu menciptakan atmosfer hangat dan melankolis.

Terjemahan Lirik Lagu Wade – Clairo

Bait 1

Holding out all my fears and faults

Menyimpan semua ketakutan dan kesalahanku

Those that conquer me

Yang menguasaiku

Started the second pack

Memulai bungkus kedua

Before the first ones finishing

Sebelum yang pertama habis

Bait 2

I like to bridge the gap between

Aku suka menjembatani jarak antara

A break and long lost lovers

Jeda dan kekasih yang telah lama hilang

Only to get me by until I decide

Hanya untuk membuatku bertahan sampai aku memutuskan

I’ve had enough

Aku sudah cukup

Bait 3

Most of the time

Kebanyakan waktu

I can feel them on me

Aku bisa merasakan mereka padaku

The eyes from the stranger’s window

Mata dari jendela orang asing

It’s dark and it’s lonely

Gelap dan sepi

But it’s nothing to me

Tapi itu bukan apa-apa bagiku

At least somebody’s home

Setidaknya ada seseorang di rumah

Bait 4

Decades are wasting

Dekade-dekade terbuang

On your name

Pada namamu

You’ll grasp the concept of life

Kau akan memahami konsep kehidupan

When you give up the point of trying

Ketika kau menyerah untuk mencoba

Bait 5

If you don’t do the things that you do

Jika kau tidak melakukan hal-hal yang kau lakukan

They’ll just happen to you

Hal-hal itu akan terjadi padamu

Pulling out all my weight

Mengeluarkan seluruh bebanku

And do my part and you’ll say

Dan melakukan bagianku dan kau akan berkata

Bait 6

“Oh I’m so glad you’re here with us today

“Oh aku sangat senang kau ada di sini bersama kami hari ini

You probably thought you would be gone”

Kau mungkin pikir kau akan pergi”

And until there’s another way

Dan sampai ada cara lain

I just have to face

Aku hanya harus menghadapi

That there’s no real place

Bahwa tidak ada tempat nyata

To go, and I really could be alone

Untuk pergi, dan aku benar-benar bisa sendirian

Bait 7

I’d promise you now, that if I had known

Aku berjanji sekarang, bahwa jika aku tahu

I wouldn’t be standing here

Aku tidak akan berdiri di sini

There’s memories to be made

Ada kenangan yang harus dibuat

And water that’s to wade

Dan air yang harus dilewati

I used it all up drying tears

Aku menghabiskannya semua untuk mengeringkan air mata

Bait 8

Of course I don’t regret

Tentu saja aku tidak menyesal

The moments where I wept

Pada momen-momen saat aku menangis

And yearned for what I’ve got now

Dan merindukan apa yang kumiliki sekarang

It’s only time

Ini hanya waktu

It won’t age like wine

Tidak akan menua seperti anggur

But it’s mine, and I’ll take the blow

Tapi ini milikku, dan aku akan menerima pukulannya

Makna Lagu Wade – Tentang Melewati Air Kehidupan

Makna lagu Wade sangat dalam dan penuh simbolisme. Judul “Wade” sendiri berarti melewati air dengan berjalan. Metafora ini menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan. Clairo menggunakan gambaran air sebagai simbol kesulitan yang harus dihadapi. Namun, ia juga menekankan pentingnya terus melangkah meski berat.

Lagu ini berbicara tentang penerimaan diri dan waktu yang berlalu. Clairo mengakui ketakutan dan kesalahannya di awal lagu. Ia tidak menyembunyikan kelemahan, justru menghadapinya dengan jujur. Oleh karena itu, pendengar merasa terhubung dengan kerentanan yang ditampilkan. Keberanian untuk mengakui ketidaksempurnaan menjadi tema sentral dalam lagu ini.

Bagian tentang “decades are wasting on your name” menunjukkan pergulatan dengan masa lalu. Ada seseorang atau sesuatu yang telah mengambil banyak waktu dari hidupnya. Tetapi kemudian Clairo menyadari bahwa memahami hidup datang ketika berhenti memaksakan hal-hal terjadi. Ini adalah pesan tentang melepaskan dan membiarkan kehidupan mengalir. Dengan demikian, ia menemukan kedamaian dalam ketidakpastian.

Yang menarik adalah bagaimana lagu ini menyentuh tema kesendirian tanpa terdengar putus asa. Clairo menyebut merasa mata orang asing dari jendela, simbol dari isolasi urban modern. Namun ia mengatakan “it’s nothing to me, at least somebody’s home”. Ada penerimaan bahwa kesendirian adalah bagian dari kehidupan. Terlebih lagi, ia menemukan kenyamanan dalam fakta bahwa masih ada kehidupan di sekitarnya.

Di bagian akhir, Clairo berbicara tentang tidak menyesali air mata yang pernah ditumpahkan. Semua kesedihan dan kerinduan masa lalu membentuk dirinya yang sekarang. Meskipun waktu tidak selalu membawa hal baik seperti anggur yang menua, ia menerima apa yang dimilikinya. Kesimpulannya, “Wade” adalah tentang keberanian menghadapi hidup apa adanya sambil terus bergerak maju.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Pembukaan lagu menunjukkan kerentanan Clairo yang “menyimpan semua ketakutan dan kesalahan” yang menguasainya. Frasa “started the second pack before the first ones finishing” merujuk pada mekanisme coping yang tidak sehat, seperti kecemasan atau ketergantungan yang mendorong seseorang melakukan hal berulang tanpa henti.

Bagian “bridge the gap between a break and long lost lovers” menggambarkan upaya mengisi kekosongan dengan hubungan sementara. Ini bukan solusi jangka panjang, melainkan penunda dari menghadapi realitas kesendirian. Transisi ini menunjukkan kesadaran diri yang berkembang.

Lirik tentang mata dari jendela orang asing menciptakan imagery kehidupan modern yang membuat kita merasa teramati namun tidak terhubung. Gelap dan sepi menjadi teman, bukan musuh—terutama dalam konteks isolasi urban atau pandemi. Clairo menormalisasi perasaan ini tanpa membuatnya terdengar tragis.

Baris “you’ll grasp the concept of life when you give up the point of trying” adalah momen pencerahan paradoks: memahami kehidupan justru datang ketika berhenti memaksakan pemahaman. Seperti filosofi wu wei, ada kebijaksanaan dalam menyerah pada aliran kehidupan.

Dialog “Oh I’m so glad you’re here with us today” terdengar seperti ucapan orang lain yang terkejut bahwa Clairo masih ada, masih bertahan. Ini menunjukkan ia mungkin pernah berpikir untuk menyerah. Pengakuan bahwa tidak ada tempat nyata untuk pergi dan mungkin akan sendirian adalah langkah besar menuju kedewasaan emosional.

Metafora “water that’s to wade” (air yang harus dilewati) dan “memories to be made” (kenangan yang harus dibuat) menggambarkan tantangan masa depan dan potensi kebahagiaan. Clairo mengakui telah menghabiskan energi menangisi masa lalu, namun tidak menyesal karena semua itu membentuk dirinya. Ia menerima bahwa waktu yang dimiliki mungkin tidak sempurna, tapi itu miliknya dan ia akan hadapi konsekuensinya.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Mendengarkan “Wade” terasa seperti membaca diary seseorang yang sangat jujur. Ada keindahan dalam kejujuran mentah yang Clairo tampilkan. Banyak dari kita mengalami momen serupa: merasa terjebak antara masa lalu dan masa depan. Kita sering mengisi kekosongan dengan hal-hal sementara, sama seperti yang ia gambarkan. Oleh karena itu, lagu ini terasa sangat personal meski kita tidak mengenal Clairo secara langsung.

Yang membuat lagu ini istimewa adalah tidak adanya solusi mudah yang ditawarkan. Clairo tidak berpura-pura bahwa segalanya akan baik-baik saja. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa hidup adalah tentang terus berjalan meski tidak yakin. Ini adalah pesan yang realistis dan menenangkan. Selain itu, melodi lagu yang lembut membuat lirik yang berat menjadi lebih mudah dicerna.

Bagi banyak pendengar muda, tema kesendirian dan pencarian jati diri sangat relatable. Kita hidup di era di mana koneksi fisik berkurang tapi tuntutan sosial meningkat. “Wade” berbicara langsung kepada generasi yang merasa terasing di tengah keramaian. Terutama bagian tentang menerima bahwa kita mungkin sendirian memberikan validasi yang dibutuhkan. Tidak apa-apa merasa sendirian, dan tidak perlu buru-buru mencari pengisi kekosongan.

Lagu ini juga mengajarkan tentang pentingnya tidak menyesali perjalanan kita. Setiap air mata, setiap kesalahan, membentuk siapa kita hari ini. Misalnya, seseorang yang pernah patah hati akan lebih menghargai cinta ketika datang lagi. Pengalaman buruk bukan musuh, melainkan guru. Dengan demikian, “Wade” mendorong pendengarnya untuk merangkul seluruh spektrum pengalaman hidup.

Secara musikal, produksi minimalis Jack Antonoff sangat mendukung pesan lagu. Instrumentasi yang sederhana membuat vokal Clairo menjadi fokus utama. Tidak ada distraksi berlebihan dari lirik yang ingin disampaikan. Kemudian, tempo yang lambat memberikan ruang bagi pendengar untuk merenungkan setiap baris. Ini adalah pilihan artistik yang sangat tepat untuk tema yang diangkat.

Kesimpulan

Makna lagu “Wade” dari Clairo adalah tentang keberanian menghadapi kehidupan dengan segala ketidaksempurnaannya. Lagu ini mengajarkan tentang penerimaan diri, melepaskan masa lalu, dan terus melangkah meski tidak yakin. Clairo berhasil menangkap perasaan universal tentang kesendirian, kesedihan, dan harapan dalam lirik yang jujur dan puitis. Melalui metafora air yang harus dilewati, ia mengingatkan kita bahwa hidup adalah perjalanan yang harus terus dilalui.

Lagu ini relevan bagi siapa saja yang pernah merasa tersesat atau sendirian. Namun, alih-alih memberikan jawaban instan, “Wade” menawarkan perspektif yang lebih dalam. Kadang memahami kehidupan justru datang ketika kita berhenti mencoba terlalu keras. Karena itu, lagu ini menjadi pengingat yang menenangkan di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern. “Wade” adalah karya yang matang dari artis muda yang berani berbicara tentang kerentanan dengan cara yang indah.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Wade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *