Last Updated on January 22, 2026 by admin
Sapikotak.id – Makna lagu everything sucks (feat. Eric Nam) dari vaultboy. Lagu ini mengeksplorasi dinamika kesehatan mental dengan cara yang jujur dan sarkastik. Ia menggambarkan perjuangan seseorang yang berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, kenyataan terus mengingatkan bahwa proses pemulihan tidak pernah linear.
Pendahuluan
Vaultboy adalah musisi asal Amerika yang dikenal dengan gaya pop alternatif yang relatable. Lagu “everything sucks (feat. Eric Nam)” dirilis sebagai kolaborasi yang menyegarkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini menggabungkan kepekaan liris vaultboy dengan vokal Eric Nam yang emosional. Lagu ini beresonansi dengan banyak pendengar yang merasakan kompleksitas emosi di era modern.
Tema utama lagu ini adalah tentang self-deception yang kita lakukan untuk bertahan hidup. Setiap hari, kita sering berpura-pura bahwa semuanya baik. Namun, pikiran tentang masa lalu terus menghantui. Lagu ini menangkap momen-momen tersebut dengan sangat autentik dan penuh humor gelap.

Terjemahan Lirik Lagu everything sucks (feat. Eric Nam) – vaultboy
Everything sucks, just kiddin’
Semuanya menyebalkan, cuma bercanda
Everything is great, no, really
Semuanya hebat, tidak, sungguh
I haven’t thought about my ex today
Aku tidak memikirkan mantanku hari ini
Oh, wait (fuck! I just did)
Oh, tunggu (sialan! Aku baru saja melakukannya)
But I went outside for the first time
Tapi aku keluar rumah untuk pertama kalinya
In a few days and it felt nice
Dalam beberapa hari dan rasanya menyenangkan
And I might try doing exercise
Dan aku mungkin akan coba berolahraga
(Haha, not really)
(Haha, tidak juga)
I wanna forget my bad days, all my bad days
Aku ingin melupakan hari-hari burukku, semua hari burukku
And be okay, and be okay
Dan menjadi baik-baik saja, dan baik-baik saja
Spend my spare change down at the arcade
Menghabiskan uang recehku di arcade
And then I’ll say, I’ll say
Dan kemudian aku akan bilang, aku akan bilang
Everything sucks, just kiddin’
Semuanya menyebalkan, cuma bercanda
Everything is better than it used to be
Semuanya lebih baik dari yang dulu
I didn’t write a song about my ex today
Aku tidak menulis lagu tentang mantanku hari ini
(This doesn’t count, huh)
(Ini tidak terhitung, kan)
But I called my friends and I told them
Tapi aku menelepon teman-temanku dan memberitahu mereka
We should hang out if it makes sense
Kita harus nongkrong jika masuk akal
‘Cause I miss them and I hate bein’ alone
Karena aku merindukan mereka dan aku benci sendirian
No, really
Tidak, sungguh
I want to forget my bad days, all my bad days
Aku ingin melupakan hari-hari burukku, semua hari burukku
And be okay, and be okay
Dan menjadi baik-baik saja, dan baik-baik saja
Spend my spare change down at the arcade
Menghabiskan uang recehku di arcade
And then I’ll say, I’ll say
Dan kemudian aku akan bilang, aku akan bilang
I want to forget my bad days, all my bad days
Aku ingin melupakan hari-hari burukku, semua hari burukku
And be okay, and be okay
Dan menjadi baik-baik saja, dan baik-baik saja
Spend my spare change down at the arcade
Menghabiskan uang recehku di arcade
And then I’ll say, I’ll say
Dan kemudian aku akan bilang, aku akan bilang
I wanna forget my bad days, all my bad days (oh-ohh)
Aku ingin melupakan hari-hari burukku, semua hari burukku (oh-ohh)
And be okay, and be okay
Dan menjadi baik-baik saja, dan baik-baik saja
Spend my spare change down at the arcade (oh-ohh)
Menghabiskan uang recehku di arcade (oh-ohh)
And then I’ll say, I’ll say
Dan kemudian aku akan bilang, aku akan bilang
Everything sucks (just kiddin’)
Semuanya menyebalkan (cuma bercanda)
Bro, that’s m-, that’s my line
Bro, itu k-, itu replikku
No, it’s not, haha, it’s not
Tidak, bukan, haha, bukan
Makna Lagu everything sucks (feat. Eric Nam): Ironi Toxic Positivity di Era Modern
Arti lagu “everything sucks (feat. Eric Nam)” adalah tentang ironi dari toxic positivity. Kita sering dipaksa untuk selalu terlihat bahagia dan produktif. Namun, lagu ini menunjukkan bahwa perjuangan mental adalah hal yang nyata. Oleh karena itu, kejujuran emosional lebih penting daripada berpura-pura sempurna.
Baris pembuka “Everything sucks, just kiddin'” langsung menangkap kontradiksi internal. Seseorang mencoba meyakinkan diri bahwa semuanya baik-baik saja. Tetapi, kenyataan terus mengingatkan bahwa luka belum sepenuhnya sembuh. Misalnya, pikiran tentang mantan muncul bahkan saat berusaha untuk tidak memikirkannya.
Lirik lagu ini juga menyentuh tema isolasi sosial dan keinginan untuk kembali terhubung. Menelepon teman-teman dan mengakui “I hate bein’ alone” adalah langkah berani. Khususnya di masa di mana vulnerability sering dianggap sebagai kelemahan. Dengan demikian, lagu ini mengajak pendengar untuk lebih jujur pada diri sendiri.
Metafora “spend my spare change down at the arcade” sangat menarik. Arcade melambangkan pelarian sederhana dari realitas yang kompleks. Itu adalah tempat di mana seseorang bisa melupakan masalah sejenak. Selain itu, arcade juga mengingatkan pada nostalgia masa kecil yang lebih innocent.
Dialog di akhir lagu antara vaultboy dan Eric Nam menambah dimensi humor. Pertengkaran kecil tentang siapa yang punya hak atas lirik “everything sucks” terasa sangat manusiawi. Akibatnya, lagu ini tidak terasa berat meskipun membahas topik yang serius. Justru, pendekatan ini membuat pesan lebih mudah diterima.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Struktur lirik lagu “everything sucks (feat. Eric Nam)” dibangun dengan kontras yang kuat. Setiap pernyataan positif segera diikuti oleh kenyataan yang mengungkap kebohongan tersebut. Misalnya, “I haven’t thought about my ex today” langsung dikoreksi dengan “Oh, wait (fuck! I just did)”. Oleh karena itu, pendengar merasakan keaslian emosi yang digambarkan.
Baris “But I went outside for the first time in a few days” mengungkap depresi ringan. Keluar rumah menjadi pencapaian yang patut dirayakan. Namun, komitmen untuk berolahraga langsung dibatalkan dengan “(Haha, not really)”. Ini menunjukkan bahwa pemulihan mental tidak selalu linear dan konsisten.
Chorus “I wanna forget my bad days, all my bad days” adalah mantra pengharapan. Pengulangan frasa ini menekankan betapa kuatnya keinginan untuk move on. Selain itu, keinginan untuk “be okay” diulang dua kali, menunjukkan urgensi emosional. Namun, repetisi ini juga mengindikasikan bahwa kesembuhan masih jauh dari kenyataan.
Lirik “I didn’t write a song about my ex today (This doesn’t count, huh)” adalah meta-commentary yang brilian. Vaultboy menulis lagu tentang tidak menulis lagu tentang mantannya. Dengan demikian, ia mengakui absurditas dari upaya melupakan seseorang. Terutama ketika proses melupakan itu sendiri menjadi obsesi.
Baris “We should hang out if it makes sense” mengungkap kecanggungan sosial pasca-isolasi. Ada keinginan untuk terhubung kembali dengan teman-teman. Tetapi, ada juga keraguan apakah mereka masih mau menghabiskan waktu bersama. Karena itu, lagu ini menangkap anxiety tentang reconnecting yang banyak orang alami.
Interaksi di ending lagu memberikan twist yang playful. Dialog “Bro, that’s my line” memecah keserasan emosional dengan momen humor. Akibatnya, lagu ini berakhir dengan nada yang lebih ringan. Akhirnya, pendengar diingatkan bahwa bahkan di tengah perjuangan, persahabatan dan humor tetap penting.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Lagu ini menyentuh karena menggambarkan pengalaman yang sangat universal. Kita semua pernah berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal, dalam hati kita tahu bahwa kita masih struggle. Oleh karena itu, kejujuran vaultboy terasa seperti validasi bahwa perasaan kita adalah normal.
Bagian yang paling relatable adalah tentang mencoba tidak memikirkan seseorang tapi malah terus memikirkannya. Semakin kita berusaha melupakan, semakin pikiran itu muncul. Misalnya, ketika kita bilang “Aku tidak akan memikirkan dia hari ini”, justru saat itu juga kita sudah memikirkannya. Ini adalah ironi yang menyakitkan tapi juga sangat manusiawi.
Metafora arcade sebagai tempat pelarian sangat puitis. Arcade mewakili keinginan untuk kembali ke masa yang lebih sederhana. Khususnya masa di mana masalah bisa diselesaikan dengan menekan beberapa tombol. Namun, realitas tidak sesederhana itu. Dengan demikian, lagu ini mengajarkan untuk menerima kompleksitas hidup.
Kolaborasi dengan Eric Nam membawa dimensi baru pada lagu ini. Suara Eric Nam yang emosional melengkapi gaya vaultboy yang lebih laid-back. Selain itu, dialog di akhir lagu menunjukkan chemistry yang natural. Akibatnya, lagu ini terasa seperti percakapan antara dua teman yang saling memahami.
Yang membuat lagu ini spesial adalah pendekatan yang tidak menggurui. Vaultboy tidak memberikan solusi atau motivasi palsu. Sebaliknya, dia hanya mengakui bahwa kadang-kadang semuanya memang sucks. Karena itu, lagu ini memberikan ruang bagi pendengar untuk merasakan emosi mereka tanpa judgment.
Kesimpulan
Makna lagu “everything sucks (feat. Eric Nam)” dari vaultboy adalah tentang merangkul kompleksitas emosi manusia. Lagu ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk tidak selalu baik-baik saja. Oleh karena itu, kejujuran tentang perjuangan mental lebih berharga daripada toxic positivity.
Lirik lagu ini menggabungkan humor, ironi, dan kerentanan dengan sempurna. Setiap baris mengungkap layer baru dari pengalaman emosional yang autentik. Dengan demikian, lagu ini menjadi anthem bagi siapa saja yang pernah merasa overwhelmed oleh tuntutan untuk selalu terlihat bahagia.
Kolaborasi antara vaultboy dan Eric Nam menciptakan chemistry yang menyegarkan. Mereka berhasil menyampaikan pesan serius dengan cara yang accessible dan engaging. Akhirnya, lagu ini mengingatkan kita bahwa dalam perjuangan hidup, kita tidak sendirian.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu everything sucks (feat. Eric Nam).



