Last Updated on January 23, 2026 by admin
Sapikotak.id – Makna lagu As It Was dari SEUNGKWAN. Lagu ini menyentuh tentang perubahan kehidupan yang tak bisa dihindari. Di dalamnya, terdapat kerinduan akan masa lalu yang sudah berlalu. Namun, ada juga penerimaan bahwa kehidupan harus terus berjalan maju.
Pendahuluan
SEUNGKWAN, member SEVENTEEN yang dikenal dengan suara emasnya, membawakan versi cover lagu “As It Was” milik Harry Styles. Lagu ini dirilis sebagai bagian dari proyek Spotify Singles. Oleh karena itu, cover ini memberikan perspektif baru pada lagu yang sudah populer. SEUNGKWAN berhasil menghadirkan interpretasi emosional yang mendalam. Selain itu, ia menambahkan sentuhan vokal yang khas dan penuh perasaan.
Lagu aslinya dirilis Harry Styles pada tahun 2022. Lagu ini langsung menjadi hit global. Kemudian, banyak artis tertarik untuk membuat versi mereka sendiri. SEUNGKWAN memilih lagu ini untuk menunjukkan kemampuan vokalnya. Dengan demikian, ia membuktikan fleksibilitas dalam bermusik.

Terjemahan Lirik Lagu As It Was – Spotify Singles – SEUNGKWAN
Holding me back
Menahanku mundur
Gravity’s holding me back
Gravitasi menahanku mundur
I want you to hold out the palm of your hand
Aku ingin kau mengulurkan telapak tanganmu
Why don’t we leave it at that?
Kenapa kita tidak biarkan seperti itu saja?
Nothing to say
Tak ada yang bisa dikatakan
When everything gets in the way
Ketika segalanya menghalangi
Seems you cannot be replaced
Sepertinya kau tak bisa tergantikan
And I’m the one who will stay, oh
Dan akulah yang akan bertahan
In this world, it’s just us
Di dunia ini, hanya kita berdua
You know it’s not the same as it was
Kau tahu ini tak sama seperti dulu
In this world, it’s just us
Di dunia ini, hanya kita berdua
You know it’s not the same as it was
Kau tahu ini tak sama seperti dulu
As it was, as it was
Seperti dulu, seperti dulu
You know it’s not the same
Kau tahu ini tak sama
Answer the phone
Angkat teleponnya
“Harry, you’re no good alone
“Harry, kau tak baik-baik saja sendirian
Why are you sitting at home on the floor?
Kenapa kau duduk di lantai rumah?
What kind of pills are you on?”
Obat apa yang kau konsumsi?”
Ringing the bell
Membunyikan bel
And nobody’s coming to help
Dan tak ada yang datang membantu
Your daddy lives by himself
Ayahmu hidup sendirian
He just wants to know that you’re well, oh
Dia hanya ingin tahu bahwa kau baik-baik saja
In this world, it’s just us
Di dunia ini, hanya kita berdua
You know it’s not the same as it was
Kau tahu ini tak sama seperti dulu
In this world, it’s just us
Di dunia ini, hanya kita berdua
You know it’s not the same as it was
Kau tahu ini tak sama seperti dulu
As it was, as it was
Seperti dulu, seperti dulu
You know it’s not the same
Kau tahu ini tak sama
Go home, get ahead, light-speed internet
Pulang ke rumah, maju ke depan, internet berkecepatan cahaya
I don’t wanna talk about the way that it was
Aku tak ingin membicarakan bagaimana dulu
Leave America, two kids follow her
Tinggalkan Amerika, dua anak mengikutinya
I don’t wanna talk about who’s doing it first
Aku tak ingin membicarakan siapa yang melakukannya lebih dulu
As it was
Seperti dulu
You know it’s not the same as it was
Kau tahu ini tak sama seperti dulu
As it was, as it was
Seperti dulu, seperti dulu
Makna Lagu As It Was – Spotify Singles: Menerima Perubahan Hidup dengan Lapang Dada
Makna lagu “As It Was” berbicara tentang perubahan yang tak terhindarkan dalam hidup. Lagu ini menggambarkan perasaan rindu akan masa lalu. Namun, ada juga kesadaran bahwa kita harus terus maju. Oleh karena itu, lagu ini sangat relatable bagi siapa saja yang mengalami transisi besar.
Kalimat “it’s not the same as it was” menjadi inti dari keseluruhan lagu. Frasa ini diulang berkali-kali untuk menekankan poin utamanya. Kehidupan berubah, hubungan berubah, dan kita pun berubah. Dengan demikian, nostalgia menjadi perasaan yang kuat namun juga menyakitkan.
Lirik tentang menjawab telepon dan pertanyaan tentang kesehatan mental sangat menyentuh. Ini menunjukkan kekhawatiran orang-orang terdekat terhadap kondisi kita. Selain itu, ada gambaran kesepian dan isolasi yang dirasakan. Misalnya, baris “sitting at home on the floor” menunjukkan keadaan mental yang rapuh.
Bagian tentang ayah yang hidup sendirian menambah lapisan emosi. Ini menggambarkan bagaimana perubahan hidup mempengaruhi keluarga. Khususnya, hubungan antara anak dan orang tua yang terpisah jarak. Meskipun demikian, kasih sayang tetap ada melalui kekhawatiran sederhana.
Bait terakhir menyebutkan “leave America, two kids follow her”. Ini bisa merujuk pada perceraian atau perpisahan dalam keluarga. Perubahan besar seperti ini mengubah dinamika kehidupan sepenuhnya. Akibatnya, seseorang harus belajar beradaptasi dengan realitas baru.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Mari kita bedah lebih dalam arti lagu ini baris per baris. Bagian pembuka “Gravity’s holding me back” sangat simbolis. Gravitasi di sini bukan sekadar hukum fisika. Sebaliknya, ia merepresentasikan beban emosional yang menarik kita mundur. Kita ingin bergerak maju namun sesuatu selalu menahan.
“I want you to hold out the palm of your hand” menunjukkan permohonan akan dukungan. Ini adalah permintaan sederhana untuk uluran tangan. Namun, kalimat berikutnya bertanya “why don’t we leave it at that?” menunjukkan keraguan. Mungkin hubungan sudah terlalu rumit untuk diperbaiki.
“Nothing to say when everything gets in the way” adalah paradoks yang menarik. Justru ketika banyak hal yang perlu dibicarakan, kita kehilangan kata-kata. Komunikasi menjadi sulit ketika masalah menumpuk. Oleh karena itu, diam menjadi pilihan yang lebih mudah.
Chorus “In this world, it’s just us” menciptakan intimasi di tengah kekacauan. Meskipun dunia berubah, ada hubungan khusus yang tersisa. Tetapi, pengulangan “it’s not the same” mengingatkan bahwa intimasi itu pun telah berubah. Hubungan masih ada namun dalam bentuk yang berbeda.
Bagian tentang telepon dan pertanyaan “what kind of pills are you on?” sangat blak-blakan. Ini menunjukkan kekhawatiran tentang kesehatan mental atau adiksi. Pertanyaan-pertanyaan ini datang dari tempat peduli namun terasa invasif. Dengan demikian, ada ketegangan antara kasih sayang dan privasi.
“Go home, get ahead, light-speed internet” menggambarkan tuntutan kehidupan modern. Kita dituntut untuk selalu produktif dan terhubung. Namun, koneksi digital tidak menggantikan koneksi emosional. Terlebih lagi, kemajuan teknologi justru membuat kita merasa lebih terisolasi.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Lagu ini benar-benar menyentuh siapa saja yang pernah merasakan kehilangan. Bukan hanya kehilangan seseorang, tetapi kehilangan versi kehidupan yang dulu kita jalani. Setiap kali mendengar “it’s not the same as it was”, ada perasaan nostalgia yang dalam. Kita semua punya momen ketika berharap bisa kembali ke masa lalu.
Yang membuat lagu ini spesial adalah kejujurannya yang mentah. Tidak ada pretensi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sebaliknya, lagu ini mengakui bahwa perubahan itu sulit dan menyakitkan. Namun, ada kekuatan dalam pengakuan tersebut. Kita tidak sendirian dalam perjuangan menghadapi perubahan.
Interpretasi SEUNGKWAN menambah dimensi emosional yang berbeda. Suaranya yang lembut namun kuat membawa kedalaman baru. Khususnya, ia mampu menyampaikan kerentanan tanpa kehilangan kekuatan vokal. Ini menunjukkan kedewasaan artistik yang luar biasa.
Bagi banyak orang, lagu ini menjadi soundtrack untuk momen-momen transisi. Misalnya, saat meninggalkan rumah, mengakhiri hubungan, atau kehilangan orang tua. Liriknya yang universal membuat siapa saja bisa relate. Akhirnya, kita menyadari bahwa perubahan adalah bagian alami dari hidup.
Yang paling powerful adalah pesan implisit tentang penerimaan. Meskipun “it’s not the same”, kita tetap harus melanjutkan hidup. Kita bisa menghormati masa lalu sambil merangkul masa depan. Dengan demikian, lagu ini menjadi pengingat bahwa kita lebih kuat dari yang kita kira.
Kesimpulan
Makna lagu “As It Was” versi SEUNGKWAN adalah tentang menerima perubahan dengan segala kompleksitasnya. Lagu ini tidak memberikan jawaban mudah atau happy ending yang dipaksakan. Sebaliknya, ia mengajak kita untuk duduk dengan perasaan tidak nyaman tersebut. Karena itu, lagu ini terasa sangat manusiawi dan relatable.
Melalui lirik yang jujur dan melodi yang menyentuh, lagu ini menjadi teman bagi mereka yang sedang berjuang. Kita semua pernah berada di titik ketika “nothing’s the same”. Namun, ada kenyamanan dalam mengetahui bahwa orang lain juga merasakan hal yang sama. Dengan demikian, musik menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman manusia universal.
SEUNGKWAN berhasil membawa interpretasi yang segar namun tetap menghormati lagu aslinya. Covernya membuktikan bahwa lagu yang baik bisa dinyanyikan dengan berbagai cara. Yang terpenting adalah menyampaikan emosi dengan tulus. Akhirnya, lagu ini mengingatkan kita bahwa perubahan itu tidak apa-apa, dan kita akan baik-baik saja.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu As It Was – Spotify Singles.


