Last Updated on July 18, 2026 by Alex
Sapikotak.id, Ada lagu yang mampu membawa kita kembali ke masa kecil, ke titik di mana dunia terasa lebih sederhana dan hangat. White Christmas dari Backstreet Boys punya kekuatan seperti itu. Lagu klasik nan ikonik ini menjadi pembuka album Natal pertama mereka setelah hampir tiga dekade berkarier di dunia musik. Namun di balik melodi yang begitu hangat, tersimpan kerinduan mendalam akan momen-momen sederhana yang tak terlupakan.
Pendahuluan
Bagi sebagian orang, Natal bukan sekadar perayaan. Ia adalah kenangan. Ia adalah aroma kue di dapur yang masih terasa nyata sampai sekarang. Atau suara lonceng di tengah salju yang turun perlahan. Lagu White Christmas menangkap perasaan itu dengan sempurna. Terutama dalam versi yang dinyanyikan oleh Backstreet Boys.
Album A Very Backstreet Christmas dirilis pada 14 Oktober 2022. Album ini merupakan album studio kesepuluh mereka sekaligus album Natal pertama mereka setelah hampir 30 tahun perjalanan karier. Namun yang paling menarik, mereka memilih membuka album dengan lagu yang sudah mengakar di hati banyak orang sejak tahun 1942.
Lagu ini awalnya ditulis oleh Irving Berlin. Ia terinspirasi untuk menulisnya saat merayakan Natal di Beverly Hills pada tahun 1937. Ketika itu, ia jauh dari istrinya dan keluarga yang ada di New York. Menariknya, Irving Berlin sendiri bukanlah penganut agama Kristen. Namun keinginannya untuk merasakan kehangatan Natal seperti masa kecilnya justru melahirkan lagu yang melampaui batas-bataskeyakinan dan budaya.
Versi paling terkenal dari lagu ini dibawakan oleh Bing Crosby pada tahun 1942. Lagu ini kemudian memenangkan Academy Award untuk Lagu Original Terbaik. Dengan lebih dari 50 juta kopi terjual, lagu ini tercatat sebagai salah satu single terlaris sepanjang masa menurut Guinness World Records. Bahkan versi yang sering kita dengar saat ini adalah rekaman ulang dari tahun 1947. Hal ini karena piringan asli sudah aus akibat terlalu sering diputar di radio dan berbagai acara.
Ketika Backstreet Boys membawakan lagu ini, mereka menambahkan sentuhan harmoni vokal yang menjadi ciri khas mereka. Hal ini membuat lagu tua ini terasa segar sekaligus tetap menghormati tradisi yang sudah ada. Mereka terinspirasi dari Michael Bublé dan Mariah Carey dalam membuat album ini. Namun tetap menjaga identitas pop yang sudah menjadi ciri khas mereka selama ini.

Terjemahan Lirik Lagu White Christmas – Backstreet Boys
Verse 1
I’m dreaming of a white Christmas
Aku memimpiikan sebuah Natal bersalju
Just like the ones I used to know
Seperti yang pernah kubayangkan dulu
Where the tree tops glisten
Di mana puncak-puncak pohon bersinar terang
And children listen
Dan anak-anak kecil mendengarkan dengan penuh semangat
To hear sleigh bells in the snow, oh
Untuk mendengar gemerincing lonceng kereta luncur di antara salju
Chorus
I’m dreaming of a white Christmas
Aku memimpiikan sebuah Natal bersalju
With every Christmas card I write
Di setiap kartu Natal yang kutulis untukmu
May your days be merry and bright (aaah)
Semoga harimu penuh kebahagiaan dan kegembiraan (aaah)
And may all your Christmases be white
Dan semoga setiap Natalmu selalu diselimuti salju
Verse 2
Oh, I’m dreaming of a white Christmas
Oh, aku memimpiikan sebuah Natal bersalju
Just like the ones I used to know
Seperti yang pernah kubayangkan dulu
Where the tree tops glisten
Di mana puncak-puncak pohon bersinar terang
And children listen
Dan anak-anak kecil mendengarkan dengan penuh semangat
To hear sleigh bells in the snow, oh
Untuk mendengar gemerincing lonceng kereta luncur di antara salju
Bridge
Oh, I’m dreaming of a white Christmas
Oh, aku memimpiikan sebuah Natal bersalju
Just like the ones I used to know
Seperti yang pernah kubayangkan dulu
Where the tree tops glisten
Di mana puncak-puncak pohon bersinar terang
And children listen
Dan anak-anak kecil mendengarkan dengan penuh semangat
To hear sleigh bells in the snow, ooh
Untuk mendengar gemerincing lonceng kereta luncur di antara salju
Final Chorus
Hey, I-I-I-I’m dreaming of a white Christmas
Hei, aku memimpiikan sebuah Natal bersalju
With every Christmas card I write
Di setiap kartu Natal yang kutulis untukmu
May your days be merry and bright (oooh, oooh)
Semoga harimu penuh kebahagiaan dan kegembiraan (oooh, oooh)
And may all your Christmases be white
Dan semoga setiap Natalmu selalu diselimuti salju
Makna Lagu White Christmas
Lagu White Christmas membawa makna yang jauh lebih dalam dari sekadar merayakan salju di hari Natal. Pada intinya, lagu ini bercerita tentang kerinduan yang mendalam terhadap rumah, keluarga, dan momen-momen hangat yang pernah dirasakan di masa lalu. Irving Berlin menulis lagu ini saat ia berada jauh dari keluarganya di Beverly Hills, dan ironinya, ia sendiri tidak bisa merasakan White Christmas yang sebenarnya karena tinggal di Hollywood yang notabene tidak pernah bersalju. Hal inilah yang membuat lagu ini begitu universal, karena siapapun bisa merasakan kerinduan itu tanpa memandang lokasi geografis mereka.
Yang membuat White Christmas semakin bermakna adalah fakta bahwa Irving Berlin menulis lagu ini dari pengalaman pribadi yang menyakitkan. Putra satu-satunya, Irving Berlin Jr., meninggal hanya 24 hari setelah lahir tepat di hari Natal tahun 1928. Sejak saat itu, Natal menjadi masa berkabung yang permanen bagi Berlin. Dengan latar belakang seperti ini, harapan akan White Christmas yang sempurna bukanlah sekadar desire musiman, melainkan representsi dari keinginan mendalam akan kembali ke momen-momen innocent sebelum kehilangan terjadi. Lagu ini menjadi ruang aman untuk meratapi kenangan yang tidak bisa dikembalikan.
Dalam konteks yang lebih luas, White Christmas juga berfungsi sebagai lagu perdamaian. Pertama kali disiarkan di radio pada hari Natal 1941, hanya 18 hari setelah serangan Pearl Harbor, lagu ini menyentuh banyak keluarga Amerika yang sedang dalam masa sulit akibat Perang Dunia II. Banyak tentara yang bertugas jauh dari kampung halaman mendengarkan lagu ini berulang-ulang melalui Radio Angkatan Bersenjata. Pada saat itu, White Christmas bukan sekadar lagu holiday, melainkan pelipur lara yang menghubungkan orang-orang dengan rumah mereka meskipun secara fisik terpisah.
Fakta Menarik Tentang Lagu White Christmas
Meskipun sekarang kita mengenal White Christmas sebagai lagu Natal yang lembut dan penuh nostalgia, ternyata lagu ini awalnya ditulis sebagai satir untuk sebuah revue musikal. Irving Berlin membayangkan lagu ini dinyanyikan secara sarkastis oleh orang-orang sophisticated sambil minum di pinggir kolam renang Hollywood. Bisa dibayangkan betapaironisnya persepsi awal terhadap lagu yang sekarang justru menjadi simbol kesyahduan Natal di seluruh dunia.
Fakta lain yang tidak kalah mengejutkan adalah komposisi lagu ini yang sangat singkat. Irving Berlin hanya menggunakan 54 kata dan 67 nada dalam seluruh lagu, namun berhasil menciptakan salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah musik populer. Menurut Guinness World Records, versi Bing Crosby dari lagu ini merupakan single terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 50 juta kopi terjual di seluruh dunia. Menariknya, Irving Berlin sendiri awalnya tidak menyadari potensi lagu tersebut sebagai hit abadi.
Analisis Lirik Secara Mendalam
Secara struktur, lirik White Christmas memiliki kesederhanaan yang menipu. Setiap baris membangun suasana melalui gambaran visual tentang salju, pohon natal, dan suasana festif, namun di balik itu semua tersimpan kesedihan yang halus. Berlin menggunakan kontras antara apa yang dilihat dengan apa yang diinginkan, menciptakan ketegangan emosional yang membuat lagu ini terasa personal meskipun dinyanyikan oleh orang lain. Melodi yang menurun di beberapa bagian juga memperkuat nuansa melankolis tersebut, membuat pendengar merasakan weight dari kerinduan yang disampaikan.
Salah satu aspek yang membuat analisis lirik ini menarik adalah absennya elemen religious yang biasanya identik dengan lagu Natal. Tidak ada упомина tentang Yesus, malaikat, atau makna spiritual dari kelahiran Kristus. Fokusnya sepenuhnya pada aspek emosional dan nostalgia dari musim dingin yang identik dengan Natal. Hal ini justru membuat lagu ini dapat diterima oleh pendengar dari berbagai latar belakang, tidak terbatas pada audience tertentu saja. White Christmas menjadi tentang pengalaman universal manusia untuk merindukan kehangatan dan kebersamaan.
Ketika Backstreet Boys menginterpretasikan ulang lagu ini dalam album A Very Backstreet Christmas, mereka menambahkan dimensi baru tanpa menghilangkan esensi asli. Vokal harmoni khas mereka yang sudah terasah selama hampir 30 tahun membawa kehangatan baru pada lagu yang sudah berusia lebih dari 80 tahun ini.особенно terlihat pada bagian-bagian yang membutuhkan power vokal tinggi, di mana kemampuan Brian Littrell sebagai penembang utama sangat menonjol. Dengan cara ini, White Christmas tetap relevan untuk generasi baru pendengar yang mungkin tidak familiar dengan versi Bing Crosby.
Refleksi Pribadi Tentang Lagu
Sebagai seseorang yang pernah merasakannya sendiri, White Christmas punya cara khusus untuk menyentuh hati. Kita semua punya definisi sendiri tentang White Christmas, entah itu salju yang menutupi atap rumah, aroma makanan khas Natal yang menguar dari dapur, atau berkumpul bersama keluarga besar yang mungkin hanya terjadi setahun sekali. Lagu ini mengingatkan kita bahwa Christmas yang sempurna tidak harus tentang cuaca atau dekorasi, melainkan tentang perasaan berada di tempat yang tepat bersama orang-orang yang kita cintai.
Yang membuat versi Backstreet Boys ini istimewa adalah kemampuan mereka untuk menjaga kehangatan emosional lagu asli sambil menambahkan sentuhan modern yang segar. Mendengar lima suara harmonis mereka yang begitu padu menyanyikan lagu klasik ini memberikan sensasi seperti pulang ke rumah tetapi dengan furnitur baru yang nyaman. Ini adalah contoh sempurna bagaimana standar musik klasik bisa diadaptasi tanpa kehilangan jiwanya, dan mengapa lagu-lagu seperti White Christmas akan terus bertahan dari generasi ke generasi.
Kesimpulan
White Christmas bukan sekadar lagu Natal, melainkan sebuah monumen musik yang merayakan kerinduan universal manusia akan rumah dan kebersamaan. Ditulis oleh Irving Berlin dari pengalaman pribadi yang penuh luka, lagu ini berhasil mengubah kesedihan menjadi sesuatu yang indah dan dapat dibagikan kepada seluruh dunia. Dengan hanya 54 kata, Berlin menciptakan lagu yang telah menyentuh jutaan jiwa selama lebih dari delapan dekade, dari radio perang di tahun 1941 hingga platform streaming di era modern. Backstreet Boys, dengan harmoni vokal khas mereka, memberikan interpretasi baru yang menghormati warisan lagu ini sambil menunjukkannya kepada pendengar masa kini bahwa White Christmas tetap hidup dan relevan. Album A Very Backstreet Christmas membuktikan bahwa standar musik Natal klasik memiliki kekuatan yang tidak lekang oleh waktu, dan lagu pembukanya menjadi pengingat bahwa Christmas yang kita rindukan mungkin lebih tentang perasaan daripada tentang salju yang sebenarnya.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu White Christmas.


