Makna Lagu Dengar Alam Bernyanyi Laleilmanino

By | January 5, 2026

Last Updated on January 5, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Dengar Alam Bernyanyi dari Laleilmanino. Lagu ini mengajak kita untuk mendengarkan seruan alam yang semakin merintih. Pesan lingkungan disampaikan dengan cara yang puitis dan menyentuh hati. Karya ini mengingatkan bahwa manusia memegang kendali atas masa depan bumi.

Pendahuluan

Laleilmanino adalah musisi Indonesia yang dikenal dengan karya-karya yang sarat makna. Grup musik ini kerap mengangkat tema-tema sosial dan lingkungan dalam lagunya. Dengar Alam Bernyanyi merupakan salah satu karya yang mencuri perhatian banyak pendengar. Lagu ini hadir dengan nuansa yang menenangkan sekaligus menggugah kesadaran.

Melalui lirik yang puitis, Laleilmanino mengajak pendengar untuk kembali terhubung dengan alam. Di tengah kesibukan dan ketergantungan pada teknologi, pesan ini terasa sangat relevan. Oleh karena itu, lagu ini bukan sekadar hiburan tetapi juga refleksi mendalam. Musiknya yang lembut memperkuat kesan harmonis antara manusia dan alam.

Laleilmanino Dengar Alam Bernyanyi

Lirik Lagu Dengar Alam Bernyanyi – Laleilmanino

Bila kau ada waktu

Lihat aku di sini

Indah lukisan Tuhan

Merintih ingin kau kembali

Beri cintamu lagi

Bila kau jaga aku

Kujaga kau kembali

Berhentilah mengeluh

Ingat kau yang pegang kendali

Kau yang mampu obati

Sudikah kau kembali

Pandanglah indahnya biru yang menjingga

Simpanlah gawaimu hirup dunia

Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada

Dengar alam bernyanyi

Bila kau lelah dengan panasnya hari

Jagalah kami agar sejukmu kembali

Bersatulah hajar selimut polusi

Ingatlah hai wahai kau manusia (wahai kau manusia)

Tuhan menitipkan aku

Ho di genggam tanganmu (di genggam tanganmu)

Pandanglah indahnya biru yang menjingga

Simpanlah gawaimu hirup dunia

Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada

Dengar alam bernyanyi

Dengarkanlah

Bisik mesra

Alam bernyanyi

Bawa canda dan riang tawa

Untuk dunia oh

Gunakan telinga hati

Cobalah dengar nyanyian kami oh oh ho

Bayangkanlah hidupmu

Bila tak ada kami

Pandanglah indahnya biru yang menjingga

Simpanlah gawaimu hirup dunia (dunia)

Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada (dengarlah alammu bernada)

Dengar alam bernyanyi

Indahnya biru yang menjingga

Simpanlah gawaimu hirup dunia (dunia)

Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada (alam pun bernada)

Dengar alam bernyanyi (jangan tunggu lagi kawan)

Jangan kau tunggu nanti (jangan tunggu lagi)

Dengar alam bernyanyi

Dengarkanlah

Dengar alam bernyanyi (dengar alam bernyanyi)

Oh dengar kami bernyanyi

Makna Lagu Dengar Alam Bernyanyi: Seruan Alam yang Terabaikan

Arti lagu Dengar Alam Bernyanyi sangat jelas dan menyentuh. Lagu ini bercerita tentang alam yang merintih meminta perhatian manusia. Namun, seruan itu sering kali diabaikan karena kesibukan dan kecanduan teknologi. Alam digambarkan sebagai sosok yang setia namun terluka akibat ulah manusia.

Lirik “Bila kau ada waktu, lihat aku di sini” menunjukkan kesabaran alam. Meskipun terus dirusak, alam tetap menunggu manusia untuk kembali peduli. Selain itu, frasa “Indah lukisan Tuhan” menekankan keindahan ciptaan yang seharusnya dijaga. Oleh karena itu, lagu ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan menghargai lingkungan.

Makna lagu ini juga terletak pada hubungan timbal balik antara manusia dan alam. “Bila kau jaga aku, kujaga kau kembali” menggambarkan simbiosis mutualisme yang seimbang. Ketika manusia merawat alam, alam akan memberikan kesejukan dan kehidupan. Sebaliknya, jika diabaikan, alam akan kehilangan kemampuannya untuk memberi manfaat. Dengan demikian, tanggung jawab ada di tangan manusia.

Pesan tentang polusi juga disampaikan dengan gamblang dalam lirik ini. “Bersatulah hajar selimut polusi” adalah ajakan untuk bersama-sama melawan kerusakan lingkungan. Khususnya di era modern, polusi menjadi ancaman nyata bagi kehidupan. Akhirnya, lagu ini mengingatkan bahwa bumi adalah titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Lagu ini dibuka dengan permohonan lembut melalui “Bila kau ada waktu”, menunjukkan bahwa alam tidak menuntut, hanya meminta sedikit perhatian. Kata “merintih” menggambarkan kondisi alam yang sangat menderita, namun disampaikan dengan cara halus dan penuh harapan.

Bait kedua menghadirkan tema tanggung jawab dengan “Ingat kau yang pegang kendali”, menegaskan bahwa manusia memiliki kekuasaan penuh dan harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Lirik ini mengingatkan bahwa keluhan tanpa tindakan nyata tidak ada gunanya, terutama ketika solusi ada di tangan kita.

Chorus “Pandanglah indahnya biru yang menjingga” mengajak untuk menikmati keindahan alam. Frase “Simpanlah gawaimu hirup dunia” adalah kritik halus terhadap ketergantungan pada teknologi yang membuat koneksi dengan alam semakin lemah.

Bagian “Bila kau lelah dengan panasnya hari” menggambarkan dampak nyata perubahan iklim, sementara “Jagalah kami agar sejukmu kembali” menunjukkan bahwa dengan menjaga alam, manusia sebenarnya menjaga diri sendiri dari bencana. Pesan ini disampaikan tanpa menggurui namun menyentuh hati.

Bridge menghadirkan perspektif reflektif dengan “Gunakan telinga hati” sebagai ajakan mendengarkan dengan empati. Pertanyaan “Bayangkanlah hidupmu bila tak ada kami” memaksa pendengar membayangkan kehidupan tanpa alam yang sehat, menyadarkan betapa bergantungnya kita pada lingkungan.

Penutup menggunakan repetisi “Jangan kau tunggu nanti” sebagai peringatan bahwa waktu semakin menipis dan tindakan harus dilakukan sekarang. Lagu ini mengajak untuk tidak menunda dalam menjaga bumi, karena setiap orang memiliki peran penting dalam penyelamatan lingkungan.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Mendengarkan lagu ini memberikan perasaan yang campur aduk antara kagum dan sedih. Di satu sisi, melodinya yang indah membuat kita merasa tenang dan damai. Namun, di sisi lain, liriknya menusuk hati karena sangat jujur. Lagu ini seperti cermin yang memantulkan kesalahan-kesalahan kita terhadap alam.

Bagian yang paling berkesan adalah ketika lagu meminta kita menyimpan gawai. Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang terlalu terpaku pada layar ponsel. Bahkan saat berada di tempat yang indah, kita lebih sibuk memotret daripada menikmati. Oleh karena itu, pesan ini terasa sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern. Kita perlu belajar hadir sepenuhnya dalam momen-momen bersama alam.

Lagu ini juga mengingatkan pada masa kecil ketika alam masih menjadi teman bermain. Dulu, kesejukan udara dan birunya langit adalah hal yang biasa dinikmati. Sekarang, hal-hal sederhana itu menjadi kemewahan yang langka di kota-kota besar. Terlebih lagi, generasi mendatang mungkin tidak akan merasakan keindahan yang sama. Ini membuat pesan lagu semakin terasa mendesak dan penting.

Yang menarik dari lagu ini adalah caranya menyampaikan pesan tanpa terkesan menggurui. Laleilmanino menggunakan bahasa yang puitis dan metafora yang menyentuh. Misalnya, “bisik angin yang bernada” memberikan personifikasi pada alam dengan cara yang indah. Dengan demikian, pendengar lebih mudah terhubung secara emosional dengan pesannya. Lagu ini mengajarkan bahwa kritik sosial bisa disampaikan dengan lembut namun tetap kuat.

Kesimpulan

Makna lagu Dengar Alam Bernyanyi dari Laleilmanino sangat dalam dan relevan dengan kondisi saat ini. Lagu ini mengajak kita untuk kembali mendengarkan seruan alam yang semakin merintih. Melalui lirik yang puitis, pesan tentang pelestarian lingkungan disampaikan dengan cara yang menyentuh. Karena itu, lagu ini bukan sekadar karya musik tetapi juga panggilan untuk bertindak.

Setiap baris lirik mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar terhadap bumi. Hubungan timbal balik antara manusia dan alam harus dijaga dengan baik. Jika kita merawat alam, maka alam akan merawat kita kembali. Namun, jika terus diabaikan, kerusakan akan semakin parah dan sulit diperbaiki. Oleh karena itu, tindakan nyata harus dimulai dari sekarang.

Lagu ini juga mengajarkan pentingnya hadir secara utuh dalam kehidupan. Menyimpan gawai dan menikmati keindahan alam adalah langkah kecil yang bermakna besar. Dengan mendengarkan bisikan alam, kita belajar menghargai kehidupan dengan lebih mendalam. Akhirnya, Dengar Alam Bernyanyi adalah pengingat bahwa waktu untuk peduli adalah saat ini. Jangan tunggu sampai terlambat untuk mulai menjaga bumi kita bersama.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Dengar Alam Bernyanyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *