Makna Lagu Long Nights, Slow Mornings Raisa

By | January 7, 2026

Last Updated on January 7, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Long Nights, Slow Mornings dari Raisa. Lagu ini mengeksplorasi dilema hubungan yang terus berulang antara perpisahan dan pertemuan kembali. Di dalamnya terdapat pertanyaan mendalam tentang kenangan dan janji yang pernah dibuat bersama.

Pendahuluan

Raisa kembali menyentuh hati pendengarnya melalui lagu emosional berjudul “Long Nights, Slow Mornings”. Lagu ini merupakan bagian dari album It’s Personal yang dirilis pada tahun 2021. Album tersebut menampilkan sisi lebih matang dari Raisa sebagai penyanyi dan penulis lagu.

Kali ini, Raisa menggunakan bahasa Inggris sepenuhnya untuk menyampaikan perasaan kompleks tentang hubungan. Oleh karena itu, lagu ini terasa lebih universal dan dapat menyentuh pendengar internasional. Musiknya mengusung nuansa R&B yang lembut namun penuh emosi.

Raisa Long Nights, Slow Mornings

Selain itu, tema yang diangkat sangat relatable bagi siapa saja yang pernah mengalami hubungan on-off. Perpisahan dan pertemuan kembali menjadi siklus yang menyakitkan namun sulit dihentikan. Dengan demikian, lagu ini menjadi representasi jujur dari pergulatan batin tersebut.

Terjemahan Lirik Lagu Long Nights, Slow Mornings – Raisa

We only said goodbye

Kita hanya mengucapkan selamat tinggal

A million times before

Jutaan kali sebelumnya

Would it make a difference

Akankah ada bedanya

To say it once more?

Jika mengatakannya sekali lagi?

We only say hello

Kita hanya menyapa

To fall painfully back in love

Untuk jatuh cinta kembali dengan menyakitkan

It’s what you think it’s best

Itulah yang menurutmu terbaik

To never say hello again

Untuk tidak pernah menyapa lagi

But what about the long nights?

Tapi bagaimana dengan malam-malam panjang itu?

What about our slow mornings?

Bagaimana dengan pagi-pagi santai kita?

What about the promises?

Bagaimana dengan janji-janji itu?

And what about the memories?

Dan bagaimana dengan kenangan-kenangan itu?

(What about long nights?)

(Bagaimana dengan malam-malam panjang?)

(What about mornings?)

(Bagaimana dengan pagi-pagi itu?)

(What about promises?)

(Bagaimana dengan janji-janji?)

And now I say goodbye

Dan sekarang aku mengucapkan selamat tinggal

For the last time before the next (for the last time, baby)

Untuk terakhir kalinya sebelum yang berikutnya (untuk terakhir kalinya, sayang)

You hold me closer (you hold me closer)

Kau memelukku lebih erat (kau memelukku lebih erat)

Thought you’d never let me go (you’d never let me go)

Kukira kau takkan pernah melepaskanku (takkan pernah melepaskanku)

What about the long nights? (What about the long nights?)

Bagaimana dengan malam-malam panjang? (Bagaimana dengan malam-malam panjang?)

And what about our slow mornings? (And what about our slow mornings?)

Dan bagaimana dengan pagi-pagi santai kita? (Dan bagaimana dengan pagi-pagi santai kita?)

What about the promises? (What about the promises?)

Bagaimana dengan janji-janji? (Bagaimana dengan janji-janji?)

What about the memories? (What about the-)

Bagaimana dengan kenangan-kenangan? (Bagaimana dengan-)

(So is it really goodbye?)

(Jadi apakah ini benar-benar perpisahan?)

My tears, they fall so easily

Air mataku, mengalir begitu mudah

With every minute of silence (every minute)

Dengan setiap menit keheningan (setiap menit)

Cuts deeper than words ever could (cuts deeper)

Melukai lebih dalam dari kata-kata yang pernah bisa (melukai lebih dalam)

Just close your eyes and I’ll be on my way

Pejamkan saja matamu dan aku akan pergi

Craving you, missing you

Merindukan dirimu, merindukanmu

Then why ever say?

Lalu mengapa harus mengatakannya?

(What about the long nights?)

(Bagaimana dengan malam-malam panjang?)

(And what about the slow mornings?)

(Dan bagaimana dengan pagi-pagi santai?)

What about?

Bagaimana dengan?

(What about the long nights?) What about the long, what about us

(Bagaimana dengan malam-malam panjang?) Bagaimana dengan yang panjang, bagaimana dengan kita

What about the slow mornings?

Bagaimana dengan pagi-pagi santai?

What about the promises?

Bagaimana dengan janji-janji?

And what about the memories?

Dan bagaimana dengan kenangan-kenangan?

Makna Lagu Long Nights, Slow Mornings: Siklus Cinta yang Tak Berujung

Makna lagu Long Nights, Slow Mornings mengisahkan tentang hubungan yang terjebak dalam lingkaran perpisahan dan pertemuan. Raisa menggambarkan dengan jujur betapa sulitnya melepaskan seseorang yang begitu berarti. Namun, pada saat yang sama, bertahan juga terasa menyakitkan.

Frasa “long nights” dan “slow mornings” menjadi simbol kuat dari momen-momen intim yang pernah dibagi bersama. Malam-malam panjang melambangkan percakapan mendalam dan kebersamaan yang hangat. Sementara itu, pagi-pagi santai menggambarkan kedamaian dan kenyamanan dalam hubungan tersebut.

Yang menarik dari lagu ini adalah penggunaan pertanyaan retoris “what about” yang berulang-ulang. Pertanyaan ini mencerminkan keraguan dan penyesalan yang mendalam. Oleh karena itu, pendengar bisa merasakan betapa beratnya keputusan untuk benar-benar berpisah.

Arti lagu Long Nights, Slow Mornings juga menyoroti ironi dalam hubungan yang tidak sehat. Setiap kali mengucapkan selamat tinggal, ada harapan bahwa itu adalah yang terakhir. Tetapi, kenyataannya selalu ada “next time” yang menunggu. Dengan demikian, perpisahan menjadi ritual yang tidak pernah benar-benar final.

Selain itu, lagu ini juga mempertanyakan nilai dari kenangan dan janji masa lalu. Apakah semua itu cukup kuat untuk mempertahankan hubungan? Atau justru menjadi beban yang membuat sulit untuk move on? Pertanyaan-pertanyaan ini membuat pendengar ikut merenung tentang pengalaman mereka sendiri.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Lirik lagu Long Nights, Slow Mornings dimulai dengan pengakuan yang sangat jujur. “We only said goodbye a million times before” langsung menggambarkan pola hubungan yang tidak sehat. Jutaan kali perpisahan menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya mereka berusaha mengakhiri hubungan.

Kemudian, baris “We only say hello to fall painfully back in love” sangat powerful. Kata “painfully” menjadi kunci di sini karena menunjukkan bahwa jatuh cinta lagi bukanlah hal yang indah. Sebaliknya, itu adalah proses yang menyakitkan karena mereka tahu akhirnya akan berpisah lagi.

Chorus lagu ini menjadi bagian paling emosional dengan rangkaian pertanyaan tentang “long nights” dan “slow mornings”. Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya adalah bentuk pembelaan diri. Seolah-olah penyanyi sedang berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa kenangan indah itu masih bernilai.

Baris “For the last time before the next” adalah ironi yang sangat tajam. Frasa ini menunjukkan kesadaran penuh bahwa perpisahan ini tidak akan benar-benar final. Bahkan saat mengucapkan goodbye, sudah ada antisipasi untuk pertemuan berikutnya. Akibatnya, perpisahan kehilangan maknanya.

Bridge lagu menghadirkan momen yang lebih vulnerabel dengan “My tears, they fall so easily“. Air mata yang mudah mengalir menunjukkan betapa rapuhnya kondisi emosional penyanyi. Terlebih lagi, keheningan digambarkan lebih menyakitkan daripada kata-kata. Misalnya, ketika dua orang yang dulu begitu dekat tidak lagi memiliki apa-apa untuk dikatakan.

Craving you, missing you, then why ever say?” adalah baris yang sangat relate. Jika masih merindukan, mengapa harus mengucapkan selamat tinggal? Pertanyaan ini mewakili kebingungan internal yang dialami banyak orang dalam hubungan toxic. Akhirnya, lagu ditutup dengan pengulangan pertanyaan yang sama, menunjukkan bahwa tidak ada jawaban pasti.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Mendengarkan Long Nights, Slow Mornings rasanya seperti membaca diary pribadi yang sangat jujur. Banyak dari kita pernah berada di posisi tersebut. Tahu bahwa hubungan tidak baik, tetapi tidak bisa benar-benar melepaskan. Karena itu, lagu ini terasa sangat personal meskipun dinyanyikan untuk publik.

Yang paling menyentuh adalah bagaimana Raisa tidak menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang selalu indah. Dia mengakui bahwa cinta juga bisa menyakitkan dan membingungkan. Bahkan, terkadang cinta membuat kita mengambil keputusan yang tidak rasional. Namun, itulah kenyataan yang sering kita hindari untuk diakui.

Frasa “long nights, slow mornings” sendiri sangat evocative dan romantis. Siapa yang tidak menginginkan malam panjang berbincang dengan orang terkasih? Atau pagi yang santai tanpa terburu-buru? Momen-momen sederhana seperti itu justru yang paling dirindukan ketika seseorang pergi.

Lagu ini juga mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam memilih pertempuran. Terkadang, bertahan bukanlah tentang kekuatan tetapi tentang ketidakmampuan untuk melepaskan. Sebaliknya, pergi juga bukan berarti menyerah tetapi memilih diri sendiri. Dengan demikian, tidak ada jawaban benar atau salah dalam konteks ini.

Secara musikal, aransemen yang minimalis membuat lirik menjadi lebih menonjol. Vokal Raisa yang emosional dan rapuh sangat cocok dengan tema lagu. Khususnya di bagian-bagian yang lebih intimate, kita bisa merasakan setiap getaran emosi yang dia sampaikan.

Kesimpulan

Long Nights, Slow Mornings adalah karya yang matang dan emosional dari Raisa. Lagu ini berhasil menangkap kompleksitas hubungan yang tidak sehat dengan sangat jujur. Lirik yang puitis namun straightforward membuat pesan tersampaikan dengan jelas.

Makna lagu Long Nights, Slow Mornings mengajarkan kita bahwa tidak semua cinta harus dipertahankan. Terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta yang paling tulus kepada diri sendiri. Meskipun ada banyak kenangan indah, itu tidak cukup untuk membenarkan siklus toxic yang terus berulang.

Bagi siapa saja yang sedang atau pernah berada dalam hubungan on-off, lagu ini akan sangat resonate. Karena itu, jangan ragu untuk merenungkan pesan yang disampaikan Raisa. Mungkin sudah saatnya untuk benar-benar mengucapkan goodbye yang final, atau justru memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Long Nights, Slow Mornings.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *