Makna Lagu Zombie – DAY6

By | January 23, 2026

Last Updated on January 23, 2026 by admin

Sapikotak.id – Makna lagu Zombie – dari DAY6. Lagu ini menggambarkan perasaan kosong dan kehilangan makna hidup. Seseorang merasa seperti zombie yang hanya menjalani rutinitas tanpa tujuan. Pesan mendalam tentang kesehatan mental disampaikan dengan jujur dan menyentuh.

Pendahuluan

DAY6 adalah band rock Korea Selatan yang dikenal dengan lirik-lirik emosional dan relatable. Lagu “Zombie” dirilis sebagai bagian dari album The Book of Us: The Demon pada tahun 2020. Album ini mengeksplorasi tema-tema gelap tentang perjuangan mental dan emosional. Khususnya, lagu ini menjadi sangat populer karena resonansinya dengan generasi muda.

Banyak pendengar merasa terhubung dengan perasaan kehampaan yang digambarkan. Namun, lagu ini bukan sekadar curahan kesedihan biasa. Oleh karena itu, “Zombie” menjadi anthem bagi mereka yang berjuang dengan rutinitas yang melelahkan. Liriknya sangat jujur dan tanpa filter.

DAY6 Zombie - English Version

Terjemahan Lirik Lagu Zombie – DAY6

[Verse 1]

어제는 어떤 날이었나?

Kemarin hari seperti apa?

특별한 게 있었던가?

Adakah sesuatu yang spesial?

떠올려 보려 하지만

Aku mencoba mengingat

별다를 건 없었던 것 같아

Tapi sepertinya tidak ada yang berbeda

[Verse 2]

오늘도 똑같이 흘러가

Hari ini juga mengalir sama saja

나만 이렇게 힘들까

Apakah hanya aku yang merasa berat seperti ini?

어떻게 견뎌야 할까

Bagaimana aku harus bertahan?

마음껏 소리쳐 울면 나아질까

Apakah akan lebih baik jika aku menangis sekeras-kerasnya?

[Pre-Chorus]

Yeah, we live a life

Ya, kita menjalani hidup

낮과 밤을 반복하면서

Mengulangi siang dan malam

Yeah, we live a life

Ya, kita menjalani hidup

뭔가 바꾸려 해도 할 수 있는 것도

Meski ingin mengubah sesuatu, yang bisa dilakukan

가진 것도 없어 보여

Dan yang dimiliki tampak tidak ada

[Chorus]

I feel like I became a zombie

Aku merasa seperti menjadi zombie

머리와 심장이 텅 빈

Kepala dan hatiku kosong

생각 없는 허수아비

Orang-orangan sawah tanpa pikiran

언제부터 이렇게 된 걸까, oh why?

Sejak kapan aku menjadi seperti ini, oh mengapa?

I became a zombie

Aku menjadi zombie

난 또 걸어 정처 없이

Aku berjalan lagi tanpa tujuan

내일도 다를 것 없이

Besok juga tidak akan berbeda

그저 잠에 들기만을 기다리며 살아

Hanya hidup menunggu untuk tertidur

(살아, 살아)

(Hidup, hidup)

[Verse 3]

Yeah, we live a life

Ya, kita menjalani hidup

어둠 속에서 눈을 뜬 채로

Dengan mata terbuka dalam kegelapan

This meaningless life

Hidup yang tidak bermakna ini

편히 쉬고 싶어도, 꿈꾸고 싶어도

Meski ingin beristirahat dengan tenang, meski ingin bermimpi

아무것도 하지 못해

Tidak bisa melakukan apa pun

[Chorus]

I feel like I became a zombie

Aku merasa seperti menjadi zombie

머리와 심장이 텅 빈

Kepala dan hatiku kosong

생각 없는 허수아비

Orang-orangan sawah tanpa pikiran

언제부터 이렇게 된 걸까, oh why?

Sejak kapan aku menjadi seperti ini, oh mengapa?

I became a zombie

Aku menjadi zombie

난 또 걸어 정처 없이

Aku berjalan lagi tanpa tujuan

내일도 다를 것 없이

Besok juga tidak akan berbeda

그저 잠에 들기만을 기다리며 살아

Hanya hidup menunggu untuk tertidur

[Bridge]

다 털어놓고, wanna cry

Ingin menceritakan semuanya, ingin menangis

다 내려놓고, can I cry?

Melepaskan semuanya, bisakah aku menangis?

마른 내 눈물을 돌려줘 oh, oh

Kembalikanlah air mataku yang kering oh, oh

[Final Chorus]

I feel like I became a zombie

Aku merasa seperti menjadi zombie

머리와 심장이 텅 빈

Kepala dan hatiku kosong

생각 없는 허수아비

Orang-orangan sawah tanpa pikiran

언제부터 이렇게 된 걸까, oh why?

Sejak kapan aku menjadi seperti ini, oh mengapa?

I became a zombie

Aku menjadi zombie

난 또 걸어 정처 없이

Aku berjalan lagi tanpa tujuan

내일도 다를 것 없이

Besok juga tidak akan berbeda

그저 잠에 들기만을 기다리며 살아

Hanya hidup menunggu untuk tertidur

Makna Lagu Zombie: Potret Burnout dan Kehampaan Modern

Lagu “Zombie” adalah gambaran jujur tentang burnout dan depresi. DAY6 dengan berani mengangkat tema kesehatan mental yang sering diabaikan. Oleh karena itu, lagu ini terasa sangat relevan di era modern. Banyak orang mengalami perasaan serupa namun takut mengakuinya.

Metafora zombie sangat kuat dan tepat. Zombie adalah makhluk hidup namun tidak benar-benar hidup. Mereka bergerak tanpa kesadaran atau tujuan. Begitu pula dengan kondisi yang digambarkan dalam lagu ini. Seseorang masih bernafas dan berjalan, tetapi kehilangan semangat hidup.

Lirik “머리와 심장이 텅 빈” (kepala dan hati kosong) sangat menohok. Ini menggambarkan kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih. Bahkan perasaan pun seolah menghilang. Akibatnya, hidup terasa seperti autopilot tanpa makna.

Yang menarik adalah pertanyaan “언제부터 이렇게 된 걸까?” (sejak kapan menjadi seperti ini?). Pertanyaan ini menunjukkan bahwa perubahan terjadi secara perlahan. Seseorang tidak tiba-tiba menjadi zombie. Sebaliknya, proses ini berlangsung tanpa disadari hingga satu hari mereka terbangun dan merasa asing dengan diri sendiri.

Lagu ini juga menyentuh tema ketidakberdayaan. Misalnya, lirik “뭔가 바꾸려 해도 할 수 있는 것도 가진 것도 없어 보여” menunjukkan frustrasi. Seseorang ingin mengubah hidupnya namun merasa tidak punya sumber daya atau energi. Terlebih lagi, rutinitas yang sama terus berulang tanpa harapan perubahan.

Analisis Lirik Secara Mendalam

Lagu dimulai dengan pertanyaan reflektif tentang hari kemarin. Pertanyaan sederhana ini sebenarnya sangat dalam. Ketika seseorang tidak bisa mengingat apa yang terjadi kemarin, itu tanda bahwa hari-hari mereka tidak bermakna. Kemudian, kesadaran ini berlanjut ke hari ini yang juga “똑같이 흘러가” (mengalir sama saja).

Pertanyaan “나만 이렇게 힘들까” (apakah hanya aku yang berat seperti ini?) sangat relatable. Banyak orang dengan masalah mental merasa sendirian. Mereka melihat orang lain tampak baik-baik saja. Sehingga, mereka merasa ada yang salah dengan diri mereka sendiri. Padahal, banyak orang mengalami perjuangan serupa namun menyembunyikannya.

Pre-chorus menggambarkan siklus hidup yang monoton. “낮과 밤을 반복하면서” (mengulangi siang dan malam) menunjukkan rutinitas tanpa variasi. Hidup menjadi sekadar menjalani waktu. Bahkan keinginan untuk mengubah sesuatu terbentur pada kenyataan bahwa mereka merasa tidak punya apa-apa.

Chorus adalah bagian paling powerful dari lagu ini. Perbandingan diri dengan orang-orangan sawah sangat visual dan menyentuh. Orang-orangan sawah berdiri di tempatnya tanpa bisa bergerak atau memilih. Begitu pula dengan kondisi yang digambarkan. Seseorang merasa seperti boneka yang hanya menjalani apa yang diberikan kehidupan.

Lirik “그저 잠에 들기만을 기다리며 살아” adalah yang paling menyedihkan. Hidup hanya tentang menunggu hari berakhir. Tidak ada anticipation untuk esok hari. Sebaliknya, tidur menjadi pelarian satu-satunya. Bahkan kata “살아” (hidup) yang diulang terdengar ironis karena ini bukan benar-benar hidup.

Bridge membawa twist emosional yang berbeda. “다 털어놓고, wanna cry” (ingin menceritakan semuanya, ingin menangis) menunjukkan keinginan untuk release. Namun, ada kelanjutan yang lebih tragis. “마른 내 눈물을 돌려줘” (kembalikanlah air mataku yang kering) menggambarkan kondisi ketika seseorang bahkan kehilangan kemampuan untuk menangis.

Ini adalah tahap paling dalam dari numbness emosional. Ketika seseorang ingin menangis namun tidak bisa, itu menunjukkan disconnect total dengan emosi. Oleh karena itu, permintaan untuk mengembalikan air mata bukan hanya metafora. Ini adalah jeritan untuk bisa merasakan sesuatu lagi, bahkan jika itu adalah kesedihan.

Refleksi Pribadi Tentang Lagu

Lagu ini mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Di tengah tekanan untuk selalu produktif dan bahagia, “Zombie” memberikan validasi. Perasaan kosong dan lelah adalah nyata. Selain itu, mengakui perasaan ini adalah langkah pertama menuju pemulihan.

Yang membuat lagu ini spesial adalah keberaniannya untuk jujur. DAY6 tidak mencoba memberikan solusi instan atau motivasi klise. Sebaliknya, mereka duduk bersama pendengar dalam kegelapan itu. Mereka mengatakan, “Aku juga merasakannya, kamu tidak sendirian.”

Musik dan vokal dalam lagu ini juga memperkuat pesan. Melodi yang haunting dan vokal yang emosional membuat lirik semakin terasa. Terutama bagian chorus yang dinyanyikan dengan penuh perasaan. Pendengar bisa merasakan kepedihan yang sama dengan penyanyi.

Lagu ini mengajarkan pentingnya berbicara tentang kesehatan mental. Terlalu lama stigma membuat orang menyimpan perjuangan mereka sendiri. Akibatnya, banyak yang merasa terisolasi dan semakin terpuruk. Dengan lagu seperti ini, percakapan tentang mental health menjadi lebih terbuka.

Mendengarkan “Zombie” bisa menjadi pengalaman katarsis. Bagi mereka yang sedang berjuang, lagu ini adalah teman. Bagi mereka yang belum pernah merasakannya, lagu ini adalah jendela untuk memahami. Dengan demikian, musik menjadi jembatan empati antar manusia.

Kesimpulan

Makna lagu Zombie dari DAY6 adalah tentang perjuangan melawan kehampaan dan burnout. Lagu ini menggambarkan kondisi ketika seseorang kehilangan koneksi dengan diri sendiri. Mereka hidup namun tidak benar-benar merasakan kehidupan. Metafora zombie digunakan dengan sangat efektif untuk menggambarkan kondisi ini.

Yang membuat lagu ini powerful adalah kejujurannya. DAY6 tidak takut untuk menunjukkan sisi vulnerable mereka. Sehingga, pendengar merasa aman untuk mengakui perjuangan mereka juga. Lagu ini mengingatkan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Akhirnya, kita semua perlu lebih peduli terhadap diri sendiri dan orang lain.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat memberikan wawasan baru tentang makna lagu Zombie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *